Suara.com - Sosok KGPAA Mangunegara X Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo atau yang akrab disapa Gusti Bhre santer disebut sebagai salah satu sosok yang maju dalam Pilwakot Solo. Tak sedikit yang menyorot latar belakangnya terutama ibu dari Gusti Bhre.
Nama Gusti Bhre hangat disebut bakal maju dalam gelaran Pilkada Solo. Ia disebut-sebut bakal berdampingan dengan Ketua PSI Kaesang Pangarep yang tak lain putra bungsu Presiden Jokowi.
Berdasarkan survei mengutip dari versi Jarcomm, sosok Gusti Bhre menjadi yang teratas dibanding terkait elektabilitasnya dibanding sosok populer lainnya di Kota Solo.
Tercatat Gusti Bhre memeroleh 31,8 persen disusul kemudian Wakil Wali Kota Solo petahana Teguh Prakoso yang memeroleh 27,0 persen disusul kemudian Kaesang Pangarep yang memeroleh 23,4 persen.
Tingginya survei Gusti Bhre tersebut pun tak sedikit membuat penasaran publik, terutama mengenai latar belakangnya, terutama mengenai sosok ibu Gusti Bhre.
Diketahui Gusti Bhre merupakan anak kedua dari pasangan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya atau KGPAA Mangkunegara IX atau yang dikenal dengan nama Gusti Sudjiwo Kusumo dengan Prameswari Dalem Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX atau yang akrab dikenal Prisca Marina Haryogi Supardi.
Ibu Gusti Bhre diketahui merupakan anak dari sosok berpengaruh di Indonesia.
Ia merupakan anak bungsu dari Yogi Ignasius Supardi.
Ayahnya Yogi Ignasius Supardi merupakan pria kelahiran Klaten 25 Juli 1929 yang memiliki latar seorang anggota TNI angkatan pertama sejak Akademi Militer Yogyakarta didirikan pada 31 Oktober 1945.
Baca Juga: Momen Bersejarah! Upacara HUT ke-79 RI Sukses Digelar di IKN untuk Pertama Kalinya
Latar belakang militer membawa kariernya menuju ke pemerintahan. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Staf Administrasi di dalam Departemen Pertahanan dan Keamanan pada 1980.
Di kemudian hari di era Orde Baru, Yogi ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Masa tugasnya yakni 31 Agustus 1987 hingga 16 Mei 1991.
Ibunda Prisca Marina Haryogi Supardi yang tak lain istri dari Yogi Ignasius Supardi yakni Olga Wahyu.
Perempuan kelahiran 25 Desember 1955 itu merupakan seorang pramugari. Ia wafat ketika terjadi kecelakaan pesawat Garuda Indonesia penerbangan 200 yang menabrak sawah ketika mendarat di bandara Internasional Adisutjipto pada 7 Maret 2007 silam.
Prsica diketahui merupakan istri kedua dari KGPAA Mangkunegara IX.
Sebelum menikah dengan Prisca, KGPAA Mangkunegara IX menikah dengan putri Sang Proklamator yakni Sukmawati Soekarnoputri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja