Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan alasan konsumsi antibiotik tanpa resep dokter bisa sebabkan kematian.
Risiko tersebut sebenarnya telah diketahui juga oleh penemu antibiotik itu sendiri, dokter Fleming asal Skotlandia, pada tahun 1928.
"Dokter Fleming menemukan antibiotik pertama tahun 1928, penisilin namanya, kumannya adalah Staphylococcus. Dan dia memperingatkan kalau ini tidak bisa dikonsumsi secara baik, maka akan timbul resistensi antibiotik dan akan timbul kuman yang kebal terhadap antibiotik," kata Dante ditemui saat acara pembukaan diskusi 'Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba Sektor Kesehatan' di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Risiko bahaya itu kemudian benar terbukti pada tahun 1960-an, di mana para ilmuwan menemukan adanya jenis bakteri yang kebal terhadap berbagai jenis antibiotik, yakni Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MSRA).
"Ini susah sekali diobati dan ini yang menyebabkan kematian tinggi, apalagi di rumah-rumah sakit yang tidak menggunakan antibiotik secara rasional," tutur Dante.
Dokter spesialis penyalit dalam itu menyampaikan bahwa penggunaan antibiotik yang sehat dan benar harus berdasarkan resep dokter.
Sayangnya, Dante menemukan bahwa saat ini masih banyak apotek memberikan antibiotik kepada masyarakat yang membelinya secara bebas atau tanpa resep.
"Jadi orang beli di apotek terus dikasih sama apotekernya, disimpan di rumah tanpa penggunaan yang tepat. Kalau panas (demam) langsung minum antibiotik padahal panasnya itu bukan melulu disebabkan oleh mikroba, oleh bakteri,” ungkap Dante.
Dia menjelaskan bahwa antibiotik hanya untuk penanganan penyakit infeksi bakteri. Sementara itu, kebanyakan gejala demam yang kerap kali terjadi biasanya disebabkan infeksi virus.
Baca Juga: Ngeri! Wakil Menkes Sebut 1,27 Juta Orang Meninggal usai Minum Antibiotik Tanpa Resep
"Dan virus itu tidak mempan dengan antibiotik. Kalau dia minum antibiotik, nanti ada infeksi yang masuk, bakteri sudah kebal dengan antibiotik tersebut," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan