Sementara, pengamat perkotaan dari dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengemukakan, masalah sanitasi tak boleh dipandang remeh. Bukan hanya sekadar estetika kota, sanitasi buruk pun bisa mengganggu tumbuh kembang anak.
"Air bersih yang tercemar limbah itu bisa mengakibatkan stunting, karena mengganggu pertumbuhan otak dan badan. Jadi jangan hanya salahkan gizi saja, justru yang penting ini (sanitasi)," papar Yayat.
Ia juga mengapresiasi program Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan sarana MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di permukiman padat penduduk. Namun, ia mencatat persoalan MCK komunal adalah perawatannya.
"Jadi masyarakat juga malas kalau MCK kotor dan bau. Akhirnya mereka buang air besar itu balik lagi ke sungailah. Juga harus dipastikan itu gratis, tidak bayar," urainya.
Ia pun mengakui, persoalan sanitasi ini tak bisa hanya diselesaikan pemerintah saja. Kesadaran masyarakat juga penting agar fasilitas sanitasi digunakam dan tak menimbulkan masalah bagi sekitarnya.
"Kalau masyarakat enggak sadar, ya repot juga. Ini akhirnya terus berulang. Air bersih jadi tercemar dan semuanya dirugikan," pungkas Yayat.
Berita Terkait
-
Greta Thunberg Ditangkap Polisi saat Protes Perang Gaza di Kopenhagen
-
Jaga Inflasi Jakarta, Pj. Gubernur Heru Panen Apresiasi dan Pujian
-
Ada Kegiatan Paus Fransiskus 4-5 September, Kantor Di Sekitar Kawasan Ini Diminta WFH-kan Karyawan
-
Tips Mahasiswa Baru Adaptasi dengan Kehidupan Kampus
-
Inovatif & Ramah Lingkungan, Tas Karya Anak Bangsa Ini Dibuat dari Bahan Daur Ulang Nilon dan Botol Plastik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?