Suara.com - Sejarah terbentuknya Rabithah Alawiyah menarik untuk dikulik pasca organisasi ini menggelar debat panas dengan Guru Gembul. Dalam diskusi dan seminar tentang isu nasab dan keislaman yang diadakan oleh Rabithah Alawiyah pada Minggu (8/9/2024), Guru Gembul menyampaikan kritikannya tentang sosok Habib Bahar.
Guru Gembul menyoroti soal video para santri yang mencium kaki Habib Bahar. Guru Gembul merasa bahwa tindakan seperti mencium kaki Habib Bahar tidak perlu dilakukan oleh santri dan pengikutnya, dan hal tersebut sudah menyalahi ajaran Islam.
Menurut Guru Gembul, mencium kaki seorang habib adalah contoh dari pengkultusan individu yang dilakukan secara berlebihan.
Habib Bahar bin Smith tercatat sebagai keturunan ke-37 Nabi Muhammad SAW dalam organisasi Rabithah Alawiyah. Lantas, bagaimana sejarah terbentuknya Rabithah Alawiyah?
Sejarah Rabithah Alawiyah
Rabithah Alawiyah adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia yang menaungi keturunan langsung Nabi Muhammad SAW serta warga negara Indonesia keturunan Arab. Didirikan pada tahun 1928, organisasi ini menyediakan layanan untuk pencatatan silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW.
Mengutip dari laman resminya, pada awal pembentukannya, organisasi Rabithah Alawiyah bernama Perkoempoelan Arrabitatoel-Alawijah. Organisasi ini resmi diakui sebagai perkumpulan sah (rechtspersoon) pada 27 Desember 1928, dengan akta yang diterbitkan di Bogor.
Tujuan utama didirikannya organisasi ini adalah untuk memajukan bangsa Arab Hadrami baik secara fisik maupun spiritual, mempererat hubungan antar golongan sayyid dan Arab Hadrami lainnya, mendidik anak yatim, membantu janda-janda serta mereka yang tidak mampu.
Selain itu, organisasi ini juga berniat melestarikan keturunan Sayyid, serta menyebarluaskan ajaran agama Islam dan bahasa Arab serta ilmu pengetahuan lainnya. Mereka juga bertujuan untuk membangun hubungan dengan tanah asal Hadramaut untuk keamanan dan kemakmurannya.
Bergerak di Bidang Sosial dan Keagamaan
Meski memiliki branding eksklusif sebagai organisasi untuk keturunan Nabi Muhammad SAW, Rabithah Alawiyah merangkul semua kalangan dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Baca Juga: Siapa yang Membentuk Rabithah Alawiyah? Pencatat Jejak Sejarah Hadhrami Ba'alawi di Indonesia
Dulunya, untuk mencapai tujuan yang telah dirancang, organisasi ini berencana mendirikan sekolah-sekolah. Walaupun pada saat itu golongan Sayyid sudah memiliki sekolah bernama Jamiat Kheir, mereka tetap berniat untuk mendirikan sekolah baru dengan nama yang sama atau berbeda.
Kegiatan masyarakat Alawiyin dan keturunan Arab umumnya mengalami pasang surut mengikuti pergerakan politik di Indonesia. Banyak dari mereka yang terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Arab Indonesia (PAI), karena partai-partai nasionalis saat itu belum terbuka untuk keturunan asing.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan dan pembubaran PAI, mereka terlibat dalam berbagai partai politik sesuai pilihan masing-masing. Sementara itu, Rabithah Alawiyah terus fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan.
Saat ini, Rabithah Alawiyah memiliki jaringan dengan majelis-majelis taklim di seluruh Indonesia dan juga mendukung pendirian lembaga-lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Rabithah Alawiyah mengelola Panti Asuhan Daarul Aitam yang terletak di Jakarta dan Pekalongan. Selain itu, organisasi ini sering memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu untuk mendukung kelanjutan pendidikan mereka.
Saat ini, Rabithah Alawiyah dipimpin oleh Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf dan berpusat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Demikianlah ulasan mengenai sejarah terbentuknya Rabithah Alawiyah. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Siapa yang Membentuk Rabithah Alawiyah? Pencatat Jejak Sejarah Hadhrami Ba'alawi di Indonesia
-
Adu Sanad Ilmu Agama Islam UAS vs Kiai Imad, 2 Ulama yang Bertikai karena Nasab Habib
-
Saling Serang UAS vs Kiai Imad Soal Nasab Habib, Sampai Keluar Tuduhan Miring
-
Pesan Menohok UAS untuk Rhoma Irama cs yang Menolak Habib: Lihat Nanti 20 Tahun Lagi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian