Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyerahkan kepada mekanisme yang berlaku, terkait namanya didorong oleh partai untuk menjadi Ketua MPR RI.
"Tunggu semua sudah berproses sehingga semuanya berjalan sesuai dengan mekanisme yang berjalan," kata Muzani di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Saat ditanya bagimana proses lobi-lobi dirinya ke fraksi partai lain agar menjadi Ketua MPR RI, Muzani ungkap punya hubungan baik dengan rekan partai-partai di Senayan.
"Hubungan saya dengan teman-teman parpol di senayan bagus sekali, nggak ada haambatan, nggak ada masalah, termasuk dengan teman-teman kelompok DPD, huhungan kami berjalan baik, lancar, dan temen-temen parpol dan DPD adalah sahabat kami, sahabat saya, baik bicara personal ataupun kawan-kawan yang juga sudah lama kami mengenal," ujarnya.
"Sehingga saya tidak mengalami persoalan untuk berkawan dan bersahabat dengan mereka untuk membicarakan banyak hal," sambungnya.
Saat dipertegas apakah siap untuk menjabat sebagai Ketua MPR RI, Muzani hanya menjawab diplomatis.
"Nunggu nanti, saya baru dengar-dengar pemberitaan," katanya.
"Nunggu nanti, nanti. kita akan nunggu siapa saja yang diusulkan partai-partai politik," sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan jika Ahmad Muzani yang akan diberikan tugas menjadi Ketua MPR RI periode 2024-2029.
Baca Juga: Diusung Gerindra Jadi Ketua MPR RI, Begini Kata Ahmad Muzani
Dengan begitu, Muzani dipastikan akan menjabat kembali pimpinan MPR seperti periode sebelumnya yang duduk di kursi Wakil Ketua MPR RI.
"Keputusan fraksi rapat surat penugasan dari partai sudah dikeluarkan untuk memberikan tugas kepada pak Ahmad Muzani sebagai pimpinan MPR," kata Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Berita Terkait
-
Diusung Gerindra Jadi Ketua MPR RI, Begini Kata Ahmad Muzani
-
Gerindra Gerilya Lobi Parpol Demi Jadikan Ahmad Muzani Ketua MPR RI
-
Gaspol dari Kemarin, Begini Cara Gerindra Agar Muzani Jabat Ketua MPR RI
-
Gerindra Kasih Tugas Buat Ahmad Muzani Jadi Calon Ketua MPR
-
Sambut Baik Pertemuan dan Dukungan SBY-Jokowi, Gerindra: Tambah Optimisme, Ada Modal Buat Pemerintahan Mendatang
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah