Suara.com - Pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri disebut-sebut tinggal menghitung hari. Bertemunya dua sosok tokoh nasional ini dianggap menjadi momentum penting dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
Menurut Pengamat politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona, pertemuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk merangkul kutub politik yang berbeda saat ini.
Ia mengemukakan hal tersebut berkaca pada aksi demonstrasi menolak revisi UU Pilkada yang sempat chaos hingga memicu kemarahan mahasiswa dan rakyat beberapa waktu lalu.
Menurutnya hal itu menjadi alarm bagi Prabowo untuk tidak membiarkan Megawati dan PDIP sendirian serta dekat dengan masyarakat sipil, kampus dan kelas menengah karena bisa membahayakan pemerintahan.
"Karena itu, sowan dan bertemu Megawati adalah strategi memeluk lawan politik yang pernah menjadi sahabat karib," katanya yang juga pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori Kritis mengutip Antara, Kamis (10/10/2024).
"Jadi, menurut saya, yang lebih membutuhkan pertemuan ini adalah Prabowo. Dari perspektif urgen dan pentingnya pertemuan ini maka pertemuan ini akan terjadi di injury time atau dalam pekan-pekan sebelum pelantikan Prabowo," katanya.
Ia kemudian melihat urgensi pertemuan tersebut bagi Prabowo, yakni membutuhkan stabilitaas politik. Apalagi, pekerjaan rumah bagi Prabowo bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi di tengah utang yang mencapati Rp 8 ribu triliun.
Residu Politik
Stabilitas politik, menurut Bataona hanya bisa terjadi apabila Megawati bisa dirangkul. Di luar dari masih adanya residu politik akibat Pilpres hal tersebut bisa diminimalisasi melalui putri Bung Karno tersebut.
Baca Juga: Sejumlah Kandidat Menteri Mulai Dipanggil Prabowo, Kader PDIP Berpeluang Masuk
"Saya kira Prabowo mengalami semacam rasa kurang percaya diri jika memulai kepemimpinan tanpa restu Megawati. Rivalitas Prabowo dan Megawati dalam Pilpres kemarin menjadi panas bukan karena variabel Prabowo tapi karena Jokowi dan Gibran, sehingga Prabowo sungguh membutuhkan pertemuan ini," katanya.
Sementara itu, Prabowo saat ini terus memperlihatkan keinginannya untuk bisa merangkul semua partai politik. Langkah tersebut menunjukan bahwa Mantan Danjen Kopassus itu tidak menghendaki adanya 'oposisi' dengan alibi gaya demokrasi tersebut merupaka ala barat atau liberal.
"Dia ingin memimpin dengan aman dan tanpa gangguan. Ini semacam gen Orde Baru yang didekontekstualisasikan atau ditransfirmasikan Prabowo ke konteks saat ini demi pertumbuhan ekonomi karena Prabowo belajar bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa stabilitas politik itu sangatlah sulit," katanya.
Megawati sendiri dengan adanya pertemuan tersebut lebih diuntungkan secara politik. Pasalnya, stabilitas politik menjadi salah satu 'bargain' politik yang menjadi kebutuhan Pemerintahan Prabowo ke depan.
"Meskipun ini pertemuan dalam frame simbiosis mutualisme, karena sama-sama mendapat keuntungan dan insentif politik dari pertemuan ini, tetapi yang lebih diuntungkan adalah Prabowo karena posisi Prabowo saat ini adalah Presiden terpilih yang sangat membutuhkan stabilitas politik," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
-
Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
-
Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina
-
Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat