News / Nasional
Kamis, 10 Oktober 2024 | 12:00 WIB
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Dok: Kemenag)

Suara.com - Kementerian Agama menutup lembaran kiprah dalam layanan keagamaan pada 10 tahun periode Pemerintahan Joko Widodo dengan menggelar Festival Religion di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Ajang ini sekaligus menjadi awal bagi lembaran baru layanan umat beragama di Indonesia pada periode kepemimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, 10 tahun masa bakti Presiden Joko Widodo, banyak capaian yang telah diraih Kementerian Agama.

Perjalanan waktu mengantarkan Kemenag pada proses transformasi berkesinambungan, baik pada aspek layanan keagamaan maupun layanan pendidikan agama dan keagamaan, hingga menjadi lebih tangguh, dan unggul.

“10 tahun berjalan, Kementerian Agama bertumbuh secara berkelanjutan menjadi faster, better, dan stronger,” demikian Menag mengistilahkan perkembangan institusinya dalam satu dekade. Gus Men, panggilan akrabnya, menyampaikannya dalam acara bertajuk Wrap Up Forum di hadapan jajarannya, Rabu (9/10/2024).

Faster

Faster berarti lebih cepat. Dalam konteks Kementerian Agama, ini menunjukkan proses yang semakin cepat dalam pelayanan umat. Menurut Menag, hal ini tidak terlepas dari sejumlah terobosan Kemenag dalam pelayanan publik.

Sebagai contoh, Pusaka SuperApps yang dirilis pada 25 November 2022, menjadikan layanan Kemenag dalam satu genggaman. “Kini hampir seluruh layanan online Kemenag terintegrasi ke dalam Pusaka yang didesain ramah difabel," ujarnya.

Percepatan yang signifikan juga terjadi dalam layanan sertifikasi halal. Sejak 2019 - 2024, layanan sertifikasi halal menghasilkan 5.302.257 produk bersertifikat halal. Kecepatan ini dicapai karena durasi rerata layanan sertifikasi halal juga makin pendek, 8-11 hari. Akselerasi layanan sertifikasi halal juga berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru. Sampai saat ini, setidaknya ada lebih dari 120 ribu orang terlibat di dalamnya, baik sebagai auditor halal, penyelia halal, maupun pendamping Proses Produksi Halal (PPH).

Baca Juga: Lepas Jabatan, Jokowi Pilih Hidup Sederhana di Solo? Ini Kata Koordinator Staf Khusus Presiden

“Alhamdulillah, Kemenag yang faster juga berbuah apresiasi. KemenPANRB pada 2023 mendaulat Kemenag sebagai kementerian dengan Pelayanan Publik Terbaik. Tahun ini, KemenPANRB kembali mengapresiasi Kemenag sebagai Penyelenggara Inovasi Pelayanan Publik Terbaik,” tegasnya.

Better

Layanan Kemenag terus membaik, setidaknya tercermin pada dua sektor, penyelenggaraan ibadah haji, layanan Kantor Urusan Agama (KUA), serta pendidikan agama dan keagamaan. Dalam periode Pemerintahan Joko Widodo, ada sembilan kali penyelenggaraan ibadah haji. Empat penyelenggaraan pertama, diganjar dengan indeks kepuasan jemaah haji yang “Memuaskan”, sedang lima yang terakhir “Sangat Memuaskan”.

“Kami terus berikhtiar, berijtihad, dan berinovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji, baik pada aspek layanan transportasi, konsumsi, kesehatan, termasuk manasik,” kata Gus Men.

Revitalisasi 1.206 Kantor Urusan Agama (KUA) juga berdampak pada semakin membaiknya layanan umat. Selain sarana prasarana yang semakin memadai, layanan KUA ditopang proses digitalisasi dan sistem online. Akses publik makin mudah dan efisien. “Hal ini terkonfirmasi dari indeks kepuasan warga terhadap layanan KUA yang mencapai 83,26, kategori tinggi,” kata Gus Men.

Pada aspek pendidikan agama dan keagamaan, lanjut Gus Men, Kemenag yang better juga kentara. Terbukti saat ini, madrasah menjadi pilihan utama para siswa dan warga. Ini tidak terlepas dari prestasi para siswa madrasah yang sangat membanggakan. “Bahkan, sekolah peraih medali terbanyak pada Olimpiade Sains 2024 adalah madrasah, tepatnya MAN 2 Kota Malang,” tutur Gus Men.

Load More