Suara.com - Pakar telematika Roy Suryo mengaku bersyukur karena saat ini ada institusi lain yang ikut mengungkap kejelasan dari akun fufufafa.
Akun fufufafa sendiri merupakan akun Kaskus yang aktif beberapa tahun lalu dan dicurigai milik wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam akun tersebut, sosok fufufafa ini kerap menghina presiden terpilih Prabowo Subianto dan keluarganya.
"Saya bilang kita harus bersyukur karena meskipun awalnya mungkin teman-teman di Tempo itu agak-agak berat gitu ya mengeluarkan tapi ya alhamdulillah mulai kemarin mereka mulai merilis tentang akun fufufafa ya di dalam bocor alusnya," ujar Roy Suryo, dikutip dari akun Youtube Refly Harun, Minggu (13/10/2024).
Roy Suryo yang sejak awal mengungkap bahwa akun tersebut milik Gibran mengaku sudah mengetahui informasi yang disebutkan oleh institusi lain itu.
Tetapi, menurut Roy Suryo, publik akan lebih mempercayai jika informasi tersebut memang disampaikan oleh institusi lain.
"Mereka kan selalu mendapatkan informasi-informasi A1 dari dalam, sebenarnya saya pernah dengar informasi ini tapi kan lebih bagus kalau misalnya ada institusi lain yang mengatakan," ujar Roy Suryo,
Roy Suryo yang dilaporkan karena mengungkap akun fufufafa adalah Gibran ini menyebut pihak Istana pun dibuat panik karena polemik akun kaskus fufufafa.
Sayangnya, setelah ditanyakan langsung kepada Gibran, putra sulung Presiden Joko Widodo ini tidak mengakuinya.
Baca Juga: Santer Disebut Bakal Jadi Menterinya Prabowo, Yusril: InsyaAllah Saya akan Jalankan, Kalau...
"Ternyata temuan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengejutkan karena akun fufufafa yang ada di Kaskus beberapa tahun yang lalu itu memang valid itu adalah milik Wapres terpilih.
Sehingga membuat istana menjadi kemudian sedikit panik gitu dan kemudian ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan tapi lagi-lagi ya ini yang bersangkutan mengelak dan tidak mengakui kalau itu akunya," ungkap Roy Suryo yang mengungkap Kembali informasi dari instansi lain.
Sementara, sang adik bungsu yakni Kaesang Pangarep justru membenarkan bahwa akun tersebut memang milik sang kakak.
"Menariknya kemudian kata Tempo ditanyakan ke adiknya, jadi istana menanyakan ke adiknya ke kaesang dan Kaesang memang mengaku, Jawab iya, Kaesang kan orangnya gitu ceplas-ceplos ya," pungkas Roy Suryo.
Kontributor : Maliana
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir