Suara.com - Wihaji datang di kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara pada Senin (14/10/2024).
Usai pertemuan Wihaji mengaku diajak diskusi Prabowo soal beberapa hal mengenai masa depan generasi Indonesia. Ada dua tema yang dibahas, yakni gizi buruk (stunting) dan ibu hamil.
"Diskusi sama presiden terpilih berkenaan dengan hal-hal masa depan generasi Indonesia, khususnya pada beberapa problem yang mesti ditindaklanjuti secara cepat efektif. Contohnya stunting, kemudian ibu-ibu hamil yang perlu diperhatikan," ujarnya dikutip.
Pada hari tersebut Prabowo memanggil sejumlah tokoh. Mereka yang datang ke kediaman disebut-sebut bakal mengisi posisi di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Nama Wihaji masuk dalam daftar prediksi calon menteri kabinet Prabowo-Gibran. Hanya saja belum diketahui posisi apa yang akan di tempatinya.
Wihaji memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Dia pernah menjabat sebagai Bupati Batang pada periode 2017-2022.
Wihaji Partai Apa?
Pria kelahiran Sragen 22 Agustus 1976 itu merupakan politikus Partai Golkar. Dia saat ini menjabat sebagai wakil ketua umum di partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Tengah dan Ketua Bappilu Partai Golkar.
Baca Juga: Rupiah Perkasa Terhadap Dolar AS Setelah Sri Mulyani Masuk Kabinet Prabowo
Karier politik Wihaji dimulai dari bawah. Dia pernah menjadi staf ahli anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Partai Golkar daerah pemilihan Jawa Tengah IV.
Pada 2014, Wihaji sempat mencoba turun di Pileg dengan mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Namun, peruntungan belum diraih. Dia gagal terpilih pada saat itu.
Tidak menyerah, pada 2017 Wihaji maju sebagai di Pilkada Batang menggandeng Suyono. Kali ini dia berhasil terpilih dengan meraih 56,6 persen suara.
Pendidikan Wihaji
Melansir dari laman Pemkab Batang, pendidikan Wihaji di tempat kelahirannya. Dia merupakan lulusan SD Negeri Ngrombo 2 Plupuh Sragen.
Selesai pendidikan dasar, Wihaji melanjutkan sekolah ke MTsN Plupuh Sragen. Kemudian hijrah ke Solo dengan bersekolah di MAN 01 Surakarta.
Wihaji melanjutkan pendidikan sarjana di STAIN Salatiga Fakultas Tarbiyah (Pendidikan Agama Islam). Gelar magisternya diraih di Universitas Negeri Jakarta. Dia juga melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Negeri Jakarta (Manajemen Lingkungan).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok