Suara.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengumpulkan tokoh-tokoh yang disebut menjadi calon menteri di kabinetnya nanti.
Tokoh-tokoh tersebut dikumpulkan untuk mengikuti acara pembekalan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024).
Para tokoh tersebut diminta datang dengan dress code atau pakaian serentak baju berwarna putih.
Hal itu diungkap salah satu tokoh yang datang yakni Sekjen Kemendag, Budi Santoso.
"Ya, baju putih (dress code)," kata Budi.
Selain itu Budi mengaku juga jika dirinya disiapkan penginapan dalam mengikuti acara pembekalan.
"Saya belum tahu, kalau nginap disediakan," ujarnya.
Menurutnya, acara pembekalan ini sendiri akan berlangsung selama dua hari. Sementara itu belum diketahui apa yang menjadi tema pembekalan hari ini.
"Dua hari sih, tapi belum tahu temanya apa dan segala macamnya," katanya.
Terpisah ditemui di tempat yang sama, Komandan Detasemen Pengawalan Khusus Menhan, Letkol (Inf) G Borlak menyampaikan, bila sesuai datanya, akan ada 59 tokoh yang akan hadir.
"Yang sesuai data 59 orang," katanya.
"Ya. itu saja. Kami tidak tahu ada yang belum datang atau tidak kami tidak tahu," sambungnya.
Berita Terkait
-
Punya Rekam Jejak Bagus Saat Memimpin PKK Jakarta, Jadi Modal Kuat Mantan Istri Ahok Jabat Menteri PPPA
-
Apa Itu Cognitive Science? Keahlihan Prof Stella Christie yang Digadang Masuk Kabinet Prabowo
-
Ketimbang Grace Natalie, Koalisi Perempuan Lebih Setuju Veronica Tan jadi Menteri PPPA, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat