Suara.com - Jalur Gaza, Palestina semakin terisolasi usai rezim Israel secara sistematis mencegat bantuan kemanusiaan lokasi tersebut..
Informasi itu disampaikan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asai Manusia (HAM) Volker Turk.
Dalam pidatonya pada Kamis waktu setempat, "Turk menekankan pentingnya untuk memantau peringatan dini, pencegahan, tanggung jawab dan perdamaian di tengah pelanggaran hukum internasional yang terus terjadi dan meluasnya impunitas," menurut situs PBB.
"Perang — jika penyebabnya tidak ditangani — akan merembet ke zona pertempuran baru," katanya.
Dia menambahkan bahwa penindasan berkepanjangan terhadap rakyat Palestina dan siklus kebencian, kematian dan kehancuran berulang di Timur Tengah menjadi "sebuah pertunjukan tragis dari kenyataan ini."
Lebih dari 42.000 warga Palestina di Gaza terbunuh, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan hampir 1,9 juta orang mengungsi akibat serangan gencar militer Israel yang tiada henti.
"Saya tidak bisa cukup menggarisbawahi kondisi bertahan hidup menyedihkan yang dialami warga Palestina di Gaza," kata Turk yang juga mencatat bahwa bantuan kemanusiaan yang memadai ditolak secara sistematis. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi