Suara.com - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka rencananya akan melaksanakan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2024—2029 pada Minggu (20/10) besok.
Namun, jelang acara pelantikan tersebut, media internasional ikut menyoroti soal kebijakan yang telah dijanjikan oleh Prabowo-Gibran, terutama soal makan siang gratis dengan anggaran sebesar Rp420 triliun. Salah satu media Internasional yang menyoroti hal itu adalah Alarabiya.
Menurut media tersebut, Prabowo berjanji untuk memanfaatkan kebijakan pendahulunya yakni Joko Widodo (Jokowi) guna mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen dengan menggali potensi sumber daya manusia yang melimpah.
“Dari kemakmuran, kita dapat menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita harus bersatu untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari rakyat kita.” bunyi pidato kemenangan Prabowo yang dikutip pada Sabtu.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, menurut Alarabiya, Prabowo mengandalkan proyek-proyek nasional besar, sumber daya alam yang melimpah, dan upaya menurunkan tingkat kemiskinan yang saat ini mencapai lebih dari sembilan persen. Selain rencana makan gratis, Prabowo juga disebut berkomitmen untuk meneruskan program ekonomi Jokowi yang populer, tetapi dengan fokus yang lebih jelas pada pengentasan kemiskinan di negara berpenduduk sekitar 280 juta jiwa ini.
Rencana Prabowo untuk menyediakan makanan gratis bagi puluhan juta anak sekolah dan ibu hamil di seluruh negeri direncanakan akan diluncurkan pada Januari mendatang. Prabowo berpendapat bahwa skema ini akan menghentikan pertumbuhan terhambat, yang saat ini mempengaruhi lebih dari sepertiga anak-anak di bawah lima tahun, serta menciptakan jutaan lapangan kerja baru.
Namun, rencana tersebut juga menghadapi kritik terkait masalah logistik dan biaya, dengan beberapa pihak mempertanyakan bagaimana ia bisa merealisasikan rencana ini sambil menjaga pengeluaran tetap dalam batas defisit fiskal tahunan sebesar tiga persen dari PDB, yang diatur oleh undang-undang.
Sementara Jokowi, diketahui lebih memfokuskan diri pada proyek infrastruktur besar seperti jalan, jembatan, dan bandara untuk menghubungkan kepulauan. Namun, para ahli memperkirakan bahwa Prabowo akan mengalihkan perhatian dari hal tersebut dalam usahanya mewujudkan janji kampanyenya untuk menjadikan Indonesia, yang merupakan anggota G20, sebagai ekonomi “maju dan berkembang”.
Agenda Prabowo juga akan menitikberatkan pada pengembangan pertanian, dengan program ketahanan pangan yang bertujuan mencapai swasembada pangan dan proyek bioetanol di wilayah Papua.
Baca Juga: Gerindra: Prabowo Umumkan Susunan Kabinet Minggu Malam Usai Dinner
Di tengah semua rencana besar ini, Prabowo juga mewarisi proyek legasi Jokowi berupa pemindahan ibu kota dari Jakarta yang padat lalu lintas dan terendam air ke Nusantara, sebuah kota hijau yang sedang dibangun di Kalimantan timur. Meskipun kota ini tidak akan siap hingga tahun 2045, konstruksinya sudah mulai menyedot anggaran negara.
Prabowo berjanji untuk melanjutkan proyek tersebut meskipun ada spekulasi bahwa ia akan menundanya atau mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota. Ia juga mendukung nasionalisme sumber daya Jokowi, terutama di sektor nikel, di mana Jakarta memberlakukan pembatasan ekspor untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasokan kendaraan listrik.
Sebagai salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, Prabowo mendukung pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, keluarganya tetap memiliki hubungan dengan industri batubara, dan pemrosesan nikel dalam jumlah besar memerlukan pembangkit listrik berbahan bakar batubara.
Prabowo telah melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di China dalam kunjungan pertamanya ke luar negeri setelah terpilih, menunjukkan pentingnya menarik investasi dari Beijing yang telah terbukti krusial bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan pilihan kabinetnya dan anggaran pertamanya setelah dilantik, Prabowo diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai rencana ekonominya. Menteri Keuangan saat ini, Sri Mulyani, dilaporkan telah diminta untuk tetap menjabat, yang menunjukkan adanya kesinambungan dalam kebijakan ekonomi.
“Dengan Sri Mulyani bergabung dalam kabinetnya, ini menunjukkan bahwa Prabowo akan sangat hati-hati dalam masalah fiskal,” kata Bhima Yudhistira Adhinegara, seorang ekonom dari Center of Economic and Law Studies.
“Itulah sebabnya orang-orang Jokowi kini dipekerjakan lagi, menunjukkan bahwa Prabowo akan disiplin.” lanjutnya.
Berita Terkait
-
Gerindra: Prabowo Umumkan Susunan Kabinet Minggu Malam Usai Dinner
-
Ahmad Muzani Bongkar Alasan Megawati Tak Bisa Datang ke Pelantikan Prabowo-Gibran
-
MPR: 33 Pemimpin Negara Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran Besok
-
Peran Besar Didit di Hari Pelantikan Prabowo, Desain Gedung Nusantara Dengan Tema Hijau
-
Ahmad Muzani Ungkap Respons Gibran Saat Pantau Gladi Bersih Pelantikan: Senang Acaranya Simpel
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia