Suara.com - Calon Wakil Gubernur Jakarta, Suswono ramai menjadi perbincangan publik, usai statment-nya mengenai janda kaya menikahi pemuda pengangguran.
Suswono menganalogikan Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah. Namun, ungkapan pernyataannya tersebut menuai polemik di publik.
Balakangan, Suswono memberikan klarifikasi terkait pernyataannya tersebut. Dia meminta maaf atas perkataannya tersebut.
Terlepas dari itu pasca-viral pernyataan Suswono tersebut, publik ramai mencari mengenai sosoknya, termasuk latar belakang pendidikannya. Tak jarang juga yang membandingkannya dengan Calon Gubernur Jakarta lainnya, seperti Kun Wardana pendamping Dharma Pongrekun.
Berikut ini latar belakang pendidikan Suswono dengan Kun Wardana.
Pendidikan Suswono
Politikus PKS itu lahir di Slawi, Tegal, Jawa Tengah pada 20 April 1959. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di kota kelahirannya tersebut.
Dia diketahui menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kalisapu, Tegal dan lulus 1972. Kemudian, melanjutkan ke SMPN 1 Slawi dengan lulus 1975. Lulus dari dari sana, Suswono melanjutkan ke SMAN 1 Slawi, lulus 1979.
Selasai mempuh pendidikan SMA, Suswono melanjutkan pendidikan ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia mengambil jurusan Sosial Ekonomi Peternakan.
Baca Juga: Mulai Rp1,6 Juta, Ini Harga Tiket Konser SEVENTEEN Right Here di Jakarta
Suswono meraih gelar sarjana pada 1984. Setelah lulus, dia sempat mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bogor pada 1983 hingga 1986. Kemudian menjadi dosen tetap di Universitas Ibn Khaldun Bogor dari 1984 hingga 2022.
Pernah juga menjabat sebagai Ahli Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI pada 1999-2001. Di sela menjadi dosen dan Kementerian Kehutanan itu, Suswono melanjutkan pendidikan magister di Manajemen Agrinisnis di IPB pada 2004.
Suswono memutuskan untuk terjun di dunia politik pada 2004. Dia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah periode 2004-2009.
Tahun 2009, Suswono diangkat menjadi Menteri Pertanian Kabinet Indonesia II. Meski menjabat sebagai menteri tidak berarti menyurutkannya menempuh pendidikan doktoral. Dia menempuh pendidikan Doktor Manajemen Bisnis dari kampus yang sama pada 2010-2011.
Pendidikan Kun Wardana Abyoto
Pria kelahiran Jakarta pada 11 Agustus 1969 tersebut sempat mendapat julukan bayi ajaib. Hal itu tak lepas dari kepintarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
BRIN Bongkar Misteri Benda Langit di Lampung, Ternyata Sampah Roket China CZ-3B yang Jatuh
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
-
Pesan Paskah 2026: Kardinal Suharyo Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih
-
Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah
-
Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Dukung Langkah BGN Setop Sementara SPPG, Legislator DPR: Perlu Penindakan dan Pembinaan
-
Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
-
Selain Kajari Karo, Kejagung Amankan Kasi Pidsus dan Jaksa Kasus Amsal Sitepu, Terancam Sanksi Berat
-
Buntut Kasus Amsal Sitepu, Intel Kejagung Amankan Kajari Karo!
-
Suasana Haru Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni, Isak Tangis Keluarga Pecah