- Kejaksaan RI memusnahkan 14 jam tangan mewah palsu milik terpidana korupsi Jimmy Sutopo pada Rabu, 20 Mei 2026.
- Pemusnahan di Kantor BPA Jakarta Selatan dilakukan setelah tenaga ahli Flektor memastikan seluruh barang merupakan produk tiruan.
- Tindakan hukum tersebut dilaksanakan untuk menghindari pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual serta memenuhi kewajiban negara sesuai regulasi resmi.
Suara.com - Sebanyak 14 jam tangan mewah (luxury watches) palsu atau counterfeit rampasan terpidana korupsi Jimmy Sutopo resmi dimusnahkan pada Rabu (20/5/2026) di Kantor Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, dalam rangkaian acara BPA Fair 2026.
Pemusnahan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-219/BPA/BPAPA.1/05/2026 tanggal 19 Mei 2026 tentang pemberian izin pemusnahan benda sita eksekusi pada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas nama terpidana Jimmy Sutopo.
Pelaksanaan pemusnahan juga mengacu pada surat persetujuan Menteri Keuangan Nomor S-116/MK/KNL.0705/2026 tanggal 19 Mei 2026.
Sebelum dimusnahkan, seluruh jam tangan telah diverifikasi keasliannya oleh tenaga ahli dari Flektor, sebuah marketplace luxury watches.
Hasilnya, semua 14 jam tangan dipastikan merupakan barang palsu.
Proses pemusnahan dilakukan secara terbuka di hadapan publik dengan cara memutus tali (strap) jam tangan, memasukkannya ke dalam ziplock, lalu menghancurkannya menggunakan palu.
Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Republik Indonesia, Dr. R. Narendra Jatna, S.H., LL. M menjelaskan bahwa pemusnahan merupakan kewajiban hukum yang tidak bisa dihindari negara.
"Enggak mungkin negara mendapat keuntungan dari barang-barang yang melanggar Hak Cipta, Paten, dan Merek. Dan secara bisnis ini juga kerugian bagi pemilik Paten, Hak Cipta, maupun Merek yang asli," ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun barang palsu secara teknis tetap memiliki nilai ekonomis, negara tidak bisa memanfaatkannya.
Baca Juga: Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
"Kalau dijual, negara melanggar hukum yang lain. Maka hari ini kita akan menyaksikan pemusnahan barang counterfeit yang ada di meja ini, barang palsu, counterfeit dari jam tangan yang tampaknya seolah-olah barangnya ternama. Tapi ini semua counterfeit," tegas Narendra Jatna.
Prosesi pemusnahan disaksikan oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna, Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan BPA Chatarina Muliana, serta Kepala Pusat Penyelesaian Aset BPA Sofyan Selle.
Turut hadir pula perwakilan Pegadaian Cabang Kebayoran Baru dan tenaga ahli dari Flektor selaku saksi.
Seusai pemusnahan, dilakukan penandatanganan berita acara pemusnahan benda sita eksekusi yang disaksikan oleh Nicholas Cin dari Flektor dan Yusuf Febrian dari Pegadaian Cabang Kebayoran Baru sebagai saksi resmi.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Topik Gunawan, bersama Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Suroto, dan Kepala Seksi Pemulihan Aset Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Satya Wirawan, turut menandatangani berita acara tersebut. (Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
-
Kejagung Usut Prosedur Ekspor POME, Eks Dirjen Bea Cukai Askolani Turut Diperiksa
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Model Antik, Harga Mulai Rp40 Ribuan!
-
Kejagung Lelang 308 Aset Koruptor: Ada Kursi Firaun Asabri hingga Tas Branded Harvey Moeis
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan
-
Buntut Sengketa SMAN 1 Bandung, Gugatan PLK di PTUN Dinilai Ancam Kepemilikan Aset Negara
-
Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi
-
Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah
-
Bareskrim Bongkar Sindikat Kosmetik Merkuri di Cirebon, Pemilik Akun Lou Glow Ditangkap
-
Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan
-
Influencer ZNM Diperiksa Bareskrim Polri Jumat Besok, Buntut Viral Gunakan Gas N2O Whip Pink
-
Kepala BPOM Tegaskan Penjualan Obat di Minimarket Tak Bisa Sembarangan: Tetap Diawasi Apoteker
-
Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih