Suara.com - Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita Ibukota Nusantara (OIKN) Danis Hidayat Sumadilaga membeberkan progres pembangunan Kompleks Istana di IKN. Menurutnya, bila diprosentasekan progresnya sudah mencapai di atas 95 persen.
Hal itu disampaikannya dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).
"Selanjutnya pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian PUPR yaitu kompleks kepresidenan yang kemarin digunakan untuk 17 Agustus, terdiri dari Istana Garuda, Istana Negara, Kantor Sekretariat Presiden, Kantor Sekretariat Negara, ini secara rata-rata sudah di atas 95 persen," kata Danis.
Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa di IKN sudah dibangun 4 kantor Kementerian Koordinator.
"Kemudian kantor Kemenko sudah ada, yaitu kantor Kemenko 1-4, ini mengacu pada Kemenko yang lama, ini tuh 4 cluster, ada 16 building, kemudian rumah susun ASN 1 sampai dengan 4, terdiri dari 47 tower diharapkan sekitar 40 tower Desember ini selesai. Dan sebagian sudah digunakan," ujarnya.
Selanjutnya ada juga, kata dia, fasilitas rumah tapak jabatan menteri.
"Kembali jumlah rumah tapak jabatan menteri yang disiapkan ini sebanyak 36 rumah, jadi kembali mengacu pada yang lain," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, sebenarnya yang ada di kawasan inti pusat pemerintahan ada juga infrastruktur dasar yang cukup besar yaitu jalan tol.
"Demikian gambaran dari yang sudah dibangun. Kemudian ada juga beberapa yang dalam proses persiapan atau masih cukup di awal tahap pembangunan seperti Istana Wapres yang saat ini sedang dilaksanakan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua