Suara.com - Kasus fenomenal akun KASKUS fufufafa yang menggemparkan masyarakat Indonesia belakangan ini bak hilang dan tak tercium lagi.
Kasus tersebut seolah tertutup pelan-pelan oleh beberapa kasus baru, diantaranya soal penangkapan pejabat publik yang melakukan korupsi.
Namun, seorang dokter ahli saraf nutrisi sekaligus pengamat politik, Dokter Tifa kembali memunculkan secuil cuitan yang pernah diunggah oleh akun fufufafa.
Bak tak ingin lenyap dan dilupakan masyarakat Indonesia begitu saja, Dokter Tifa Kembali membongkar betapa kotornya hati pemilik akun fufufafa yang dikaitkan kepada Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam cuitan akun X @DokterTifa pada Jumat (1/11/24) pukul 09.03 WIB, ia mengunggah postingan akun fufufafa yang dikeluarkan tanggal 1 Agustus 2018.
Dalam keterangannya, Dokter Tifa mengungkapkan jika saat itu posisi Fufufafa sudah menjadi anak Presiden.
“Postingan Fufufafa tanggal 1 Agustus 2018. Waktu itu sudah jadi Anak Presiden,” tulis Dokter Tifa dalam akun Xnya.
Kemudian di kalimat bawahnya, Dokter Tifa menuliskan isi postingan yang diunggah oleh akun fufufafa.
“Lebih bagus jadi pembunuh daripada tukang martabak,” tulis akun KASKUS fufufafa, dikutip dari akun X @DokterTifa, Jumat (1/11/24).
Baca Juga: Standar Ganda? Netizen Bandingkan Kasus Korupsi Tom Lembong dan Fufufafa
Dokter Tifa mengatakan jika pemilik akun fufufafa ini ingin pensiun menjadi tukang martabak, kemudian berencana menjadi Petrus (Penembak Misterius). Menurutnya, hal ini sudah bukan pola pikir manusia semestinya dan sangat dekat dengan kata ‘mengerikan’.
“Ngeri sekali isi otaknya. Kok langsung ingat Pol Pot ya.,” tambah Dokter Tifa.
Cuitan Dokter Tifa soal fufufafa tersebut sontak mengundang beragam komentar dari warganet.
“Sungguh mulia sekali cita citanya nak,” cuit @RunId17.
“Makin ke sini makin ke sana, serem,” sahut @caloumscouff.
“Ngeri jga wapres kita mantan psikopat,” tulis @WahyudinBae10.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT