Dengan fokus pada bahan bakar fosil, langkah Trump ini bisa berdampak panjang pada upaya global memerangi krisis iklim.
Perang terhadap Keberagaman
Trump juga bertekad menghapus program keberagaman di pendidikan AS. Dia ingin menjadikan "tradisi Amerika dan peradaban Barat" sebagai inti kurikulum sekolah, bahkan berencana menutup Departemen Pendidikan federal dan menyerahkan kendali penuh kepada negara bagian.
Kebijakan ini berpotensi memicu perdebatan luas, terutama terkait masa depan pendidikan yang inklusif.
Diktator Sehari: Investigasi Lawan, Lindungi Sekutu
Misi Trump kali ini juga mencakup rencana untuk menginvestigasi lawan politik dan melindungi para sekutu. Dia telah mengisyaratkan akan menggunakan aparat hukum untuk menargetkan pejabat pemilu dan donor yang menentangnya.
Tak tanggung-tanggung, Trump bahkan bercanda ingin menjadi "diktator sehari", yang meskipun diklaim sebagai lelucon, membuat banyak pihak khawatir akan visinya yang semakin otoriter.
Sementara sebagian besar janji Trump ini masih memerlukan kejelasan lebih lanjut, yang pasti, masa jabatan keduanya berpotensi membawa perubahan besar yang akan terus menjadi sorotan dunia.
Berita Terkait
-
Kembali ke Gedung Putih, Donald Trump Tak Lupa Ucapkan Terima Kasih Kepada Melania: Istri Saya yang Cantik...
-
Trump Kembali Berkuasa, Masa Depan Pangeran Harry dan Meghan di AS Terancam?
-
Meski Kalah, Kamala Harris Janji Bakal Tetap Berjuang!
-
Jokowi Berikan Ucapan Selamat ke Donald Trump, Usai Unggul Quick Count Pilpres AS
-
Trump dan Prabowo Sama-sama Suka Joget di Kampanye, Publik: Konsultan Politiknya Sama
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
Terkini
-
Tolak Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme, Koalisi Sipil: Berbahaya Bagi Demokrasi dan HAM
-
Survei UGM: 90,9% Masyarakat Puas Atas Penyelenggaraan dan Pelayanan Transportasi Libur Nataru
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
-
Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas Normatif Saja Soal Reformasi Polri
-
Macet Parah di Grogol, Sebagian Layanan Transjakarta Koridor 9 Dialihkan via Tol
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah
-
Greenland Punya Tambang Melimpah, Trump Ngotot Mau Caplok Usai Serang Venezuela
-
Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi
-
Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian