Suara.com - Kota Hama di Suriah Barat berhasil dikuasai oleh kelompok bersenjata anti-rezim Suriah. Hal itu membuat pasukan militer rezim Bashar Al-Assad mundur.
Kelompok oposisi kini memiliki kendali penuh atas kota tersebut setelah merebut kawasan Mezarib, Sanayib, dan Arbain di Hama.
"Penjahat Hafez Al-Assad (Presiden Suriah 1971-2000) memasuki kota dengan tank dan merebutnya dari rakyat, dan hari ini kami memasuki kota dengan tank dan mengembalikannya kepada rakyat," ucap Hassan Abdul Ghani, panglima departemen operasi militer yang dibentuk kelompok anti-rezim, melalui X, Kamis.
Dalam pernyataan tertulisnya, angkatan darat Suriah mengumumkan penarikan pasukan dari Hama ke perbatasan kota setelah Hama direbut pasukan anti-rezim.
Kelompok bersenjata anti-rezim Suriah pimpinan Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) yang terlibat dalam pertempuran melawan pasukan rezim Assad sejak 27 November, terus merangsek masuk provinsi Hama.
Pesawat militer Rusia memberi dukungan kepada pasukan militer Suriah di tengah pertempuran yang terus berlangsung.
Dalam pertempuran, pasukan anti-rezim menembak jatuh satu dari dua helikopter yang lepas landas dari Bandara Militer Hama di dekat pusat kota. Satu helikopter lainnya juga tertembak dan terpaksa mendarat darurat.
Kelompok anti-rezim kemudian bentrok dengan pasukan rezim Assad di barat pusat kota Hama, kemudian merebut desa Erze, Al-Wahshiyya, Kafrtun, dan Yadgun, sebelum maju ke Bandara Militer Hama di barat daya kota.
Sebelum merebut Hama, kelompok anti-rezim mencaplok sebagian besar Aleppo pusat -- salah satu kota terbesar Suriah -- pada 30 November menyusul serangan cepat yang dilancarkan dari sisi barat kota.
Baca Juga: Penampakan Gempa di California, Aspal Jalan Terbelah Hingga Gubernur Nyatakan Keadaan Darurat
Kelompok yang sama juga merebut kota Khan Shaykun sehingga mengendalikan hampir seluruh bagian Provinsi Idlib.
Sementara itu, Pasukan Nasional Suriah (SNA), kelompok oposisi lainnya, meluncurkan operasi militer melawan kelompok Kurdi PKK/YPG, yang oleh Turki dianggap sebagai organisasi teroris, pada 1 Desember, dan merebut kota Tel Rifaat.[Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut