Namun, sebagian lainnya memilih membantu dari perantauan. Sabreen, seorang arsitek berusia 36 tahun, menuturkan, “Yang dibutuhkan adalah keahlian dan dana. Semua itu bisa kami kumpulkan dari sini untuk sementara waktu.”
Di balik kebahagiaan ini, seruan agar Assad diadili di Mahkamah Internasional pun menggema.
“Dia harus mempertanggungjawabkan pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukannya selama 13 tahun,” tegas Sabreen.
Kebebasan yang Dinantikan
Perayaan ini menandai momen bersejarah bagi jutaan warga Suriah yang selama bertahun-tahun terjebak dalam konflik dan pengungsian. Pekikan “Suriah milik kita, bukan milik keluarga Assad!” menjadi simbol perlawanan dan harapan baru bagi masa depan yang bebas dan damai.
Di tengah euforia ini, tantangan masih membayangi. Namun bagi warga Suriah di seluruh Eropa, hari tersebut adalah hari kebebasan yang dinantikan selama bertahun-tahun.
“Hari ini kami menang, dan kami akan membangun Suriah yang lebih baik,” seru Ahmad al-Hallabi, seorang mekanik asal Aleppo, di tengah kerumunan Berlin yang penuh sukacita.
Berita Terkait
-
Warga Suriah Rayakan Kebebasan dari Rezim Assad
-
Jatuhnya Rezim Bashar Assad di Suriah, Iran Peringatkan Israel Soal Ini
-
Jatuhnya Bashar al-Assad, Simbol Kelemahan Rusia di Tengah Konflik Ganda
-
Israel Diam-diam Duduki Wilayah Perbatasan Golan saat Konflik Suriah
-
Pemberontak Ambil Alih Kekuasaan di Suriah
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs