Suara.com - Seorang remaja berusia 18 tahun, Hassan Sentamu, dihadapkan ke pengadilan Old Bailey atas tuduhan pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun, Elianne Andam, dalam insiden tragis yang terjadi di Croydon, London Selatan. Kejadian ini berawal dari pertemuan yang seharusnya bertujuan untuk bertukar barang pribadi setelah putus hubungan, namun berakhir dengan kematian yang memilukan.
Dalam persidangan, jaksa penuntut Alex Chalk KC menyatakan bahwa Sentamu datang ke lokasi dengan kemarahan yang membara dan membawa pisau dapur. Hal ini disebut sebagai keputusan yang telah diperhitungkan sebelumnya.
Insiden tragis tersebut terjadi pada 27 September 2023, sekitar pukul 8.30 pagi, ketika Elianne menantang Sentamu yang datang tanpa membawa boneka teddy bear milik temannya—yang juga mantan pacarnya.
"Elianne merasa tersinggung atas perlakuan tersebut dan mengambil tas plastik berisi barang-barang milik Sentamu sebagai bentuk solidaritas untuk temannya. Namun, tindakan sederhana ini memicu amarah Sentamu," ujar Chalk di hadapan para juri.
Dalam rekaman CCTV yang diputar di pengadilan, Sentamu terlihat mengejar Elianne, menyudutkannya, dan menusuk leher gadis tersebut dengan pisau sepanjang 12 cm. Tusukan itu memutus arteri karotis Elianne, menyebabkan luka fatal yang tidak dapat diselamatkan. Meskipun layanan medis darurat tiba dengan cepat dan berjuang menyelamatkan nyawa Elianne selama hampir satu jam, nyawanya tak tertolong.
Jaksa menegaskan bahwa kemarahan Sentamu dipicu oleh rasa "tidak dihormati oleh perempuan", baik oleh Elianne pada hari kejadian maupun sebelumnya.
"Kemarahannya meledak di saat itu, dan keputusannya membawa pisau menjadikan insiden ini berujung pada tragedi yang menghancurkan bagi Elianne dan keluarganya," tambah Chalk.
Dalam sidang, terungkap bahwa Sentamu memiliki riwayat Autism Spectrum Disorder (ASD) yang didiagnosis pada tahun 2020 dan mengklaim kondisi tersebut mempengaruhi pengendalian dirinya. Dengan alasan itu, Sentamu hanya mengakui bersalah atas tuduhan pembunuhan tidak berencana (manslaughter), tetapi membantah tuduhan pembunuhan.
Namun, Chalk menekankan bahwa kondisi tersebut bukan pembenaran atas tindakannya.
Baca Juga: Warga Suriah Rayakan Kebebasan dari Rezim Assad
"Apa pun dampak autismenya—dan mungkin memang ada—hal itu sama sekali tidak bisa dianggap sebagai pembelaan yang membebaskannya dari tuduhan pembunuhan, baik secara hukum, medis, maupun akal sehat." kata Chalk.
Dalam rekaman grafis yang ditunjukkan kepada para juri, Elianne terlihat berusaha melarikan diri dari Sentamu meskipun dalam kondisi terluka parah.
"Dia berjuang untuk berdiri, sementara terdakwa terlihat melarikan diri dengan pisau di tangannya," ungkapnya.
Sentamu ditangkap hanya 90 menit setelah kejadian, di sebuah halte bus dekat rumahnya. Meskipun telah mengakui perbuatannya, Sentamu terus menyangkal dakwaan pembunuhan dan kepemilikan senjata tajam di tempat umum. Persidangan ini diperkirakan akan berlangsung hingga 17 Januari.
Berita Terkait
-
Warga Suriah Rayakan Kebebasan dari Rezim Assad
-
Grafiti Remaja 14 Tahun, Picu Perang Saudara Suriah yang Mematikan
-
Psikologi Remaja, Mengatasi Krisis Identitas dan Tekanan Sosial
-
Kelas Pengasuhan Remaja Berseri, Dorong Orang Tua Pahami Remaja Secara Utuh
-
Viral Ibu Teman Ungkap Masalah Depresi Remaja yang Diduga Bunuh Ayah dan Nenek: Karena Disuruh Belajar Terus?
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba