Suara.com - Sebuah survei yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa lebih dari tujuh dari sepuluh warga Korea Selatan setuju bahwa Presiden Yoon Suk Yeol harus segera mengundurkan diri atau dimakzulkan atas deklarasi hukum darurat militer yang dia buat.
Survei dari Realmeter yang melibatkan 507 orang berusia 18 tahun ke atas yang dilakukan pada hari Rabu menunjukkan bahwa 74,8 persen responden menyatakan bahwa Yoon harus segera meninggalkan jabatannya, baik melalui pengunduran diri atau pemakzulan.
Dari mereka yang disurvei, 16,2 persen mendukung pengunduran diri teratur seperti yang diusulkan oleh partai penguasa, sementara 9 persen lainnya mengatakan mereka tidak yakin tentang isu ini.
Partai Kekuatan Rakyat, partai penguasa, sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan meminimalkan dampak dari kegagalan deklarasi hukum darurat Yoon dengan mendorong 'pengunduran diri awal' dan 'teratur' presiden.
Partai tersebut kemudian mengusulkan agar Yoon mengundurkan diri pada Februari, diikuti oleh pemilihan presiden mendadak pada April, atau mengundurkan diri pada Maret dengan pemilihan mendadak pada Mei.
Dalam survei tersebut, 66,2 persen responden mengatakan bahwa mereka mengalami stres atau trauma akibat kekacauan hukum darurat militer.
Survei ini memiliki margin kesalahan plus atau minus 4,4 poin persentase dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Yoon telah dilarang meninggalkan negara saat polisi, jaksa, dan Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi menyelidiki tuduhan terkait penerapan hukum darurat militer pada 3 Desember.
Ia juga menghadapi upaya pemakzulan lain di parlemen setelah berhasil melewati voting pertama karena kurangnya quorum pada Sabtu lalu.
Baca Juga: Korut Sebut Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Gagal, Ini Penyebabnya
Tag
Berita Terkait
-
Korut Sebut Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Gagal, Ini Penyebabnya
-
Media Korut Soroti Kekacauan Politik Korsel, Sebut Yoon di Ambang Kehancuran
-
Deretan Pejabat Korsel Dilarang Bepergian ke Luar Negeri
-
Partai Oposisi Bakal Gelar Pemakzulan Kedua Yoon Suk Yeol
-
Mantan Menhan Korea Selatan Kim Yong Hyun Otak di Balik Darurat Militer
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi