Suara.com - Presiden terpilih Donald Trump mengancam pada hari Sabtu bahwa AS akan mengambil alih kendali Terusan Panama jika merasa Panama tidak menghormati ketentuan perjanjian tahun 1977 mengenai status hukum jalur air tersebut.
Dalam dua posting Truth Social yang panjang pada Sabtu malam, Trump menuduh Panama mengenakan tarif selangit kepada kapal-kapal AS untuk melewati jalur air yang penting tersebut. Ia juga mengklaim bahwa perjanjian yang memungkinkan Panama untuk mengambil alih kendali terusan tersebut sejak awal juga memungkinkan AS untuk mengambilnya kembali.
"Jika prinsip-prinsip, baik moral maupun hukum, dari sikap memberi yang murah hati ini tidak diikuti, maka kami akan menuntut agar Terusan Panama dikembalikan kepada kami, secara penuh, dan tanpa pertanyaan," tulis Trump.
Tidak jelas apa yang memicu cercaan Trump tentang terusan tersebut. Meskipun Tiongkok telah meningkatkan kehadirannya di Amerika Latin selama dua dekade terakhir, dan sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong mengelola dua pelabuhan di setiap ujung kanal, tidak ada entitas komersial atau pemerintah Tiongkok yang benar-benar memiliki peran langsung dalam mengelola arus kapal melalui jalur air yang penting tersebut.
Kanal tersebut dikelola oleh badan pemerintah Panama yang independen, Otoritas Terusan Panama, dan Tiongkok belum membuat pernyataan publik untuk membeli kanal tersebut atau meningkatkan jejaknya di negara tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Panama baru-baru ini memilih José Raúl Mulino sebagai presiden. Mulino telah berjanji untuk membawa Panama lebih dekat ke Amerika Serikat.
AS menandatangani perjanjian dengan negara Panama yang baru merdeka pada tahun 1903 yang memungkinkannya untuk mengembangkan kanal yang telah lama diinginkan melalui tanah genting yang akan menghubungkan samudra Pasifik dan Atlantik dan membayar Panama dari pendapatan yang dihasilkan dari kanal tersebut.
Sebagai gantinya, AS akan menjamin kenetralan kanal dan mengendalikan tanah di kedua sisi jalur air tersebut oleh pemerintah Panama. Wilayah ini, yang dikenal sebagai Zona Terusan Panama, dikelola oleh Amerika Serikat dan hukum AS berlaku bagi penduduk wilayah tersebut.
Namun, setelah ketegangan selama beberapa dekade di sekitar terusan tersebut, pemerintahan Carter menandatangani dua perjanjian pada tahun 1977 dengan diktator militer Panama, Omar Torrijos, untuk mengalihkan kendali jalur pelayaran penting tersebut ke Panama.
Baca Juga: Yaman Klaim Jatuhkan Jet Tempur F-18 AS di Laut Merah
Berdasarkan ketentuan perjanjian tersebut, Panama akan memperoleh kendali atas terusan tersebut pada tahun 1999 dan AS akan tetap memiliki hak untuk mempertahankan terusan tersebut dari segala ancaman terhadap kenetralannya.
Namun, para analis tidak yakin bahwa ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut akan memungkinkan Amerika Serikat untuk secara hukum mengambil kembali kendali atas terusan tersebut.
Berita Terkait
-
Vladimir Putin Ingin Bertemu dengan Donald Trump: Kita Harus Akhiri Perang
-
Nilai Tukar Rupiah Perkasa Pagi Ini Terhadap Dolar AS, Tapi Masih Rp16.000
-
Trump Tegas: Elon Musk Tak Bisa Jadi Presiden AS!
-
F-18 Ditembak Jatuh, Yaman Kirim Pesan Keras ke AS dan Israel!
-
Yaman Klaim Jatuhkan Jet Tempur F-18 AS di Laut Merah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah