Suara.com - Menteri Agama (Menag), Nasarudin Umar dan Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i melaporkan kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bahwa Badan Penyelenggara Haji dan Kementerian Agama sedang mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji tahun depan.
Laporan itu disampaikan Nasaruddin dalam rapat koordinasi bersama Mensesneg di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat pagi. Nasaruddin menyampaikan sejumlah yang tengah dipersiapkan terkait pelaksaan ibadah haji tahun depan.
"Antara lain kami sudah melakukan seleksi calon jemaah haji ya karena siapa yang istita'ah, siapa yang enggak istita'ah, siapa yang sakit, siapa yang meninggal dan itu sudah 80 persen. Dan dalam waktu mungkin awal Januari ini sudah nanti, sudah selesai siapa nanti akan jadi calon jemaah haji secara resmi," kata Nasaruddin di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/12/2024).
Selain calon jemaah haji, seleksi dan tes juga dilakukan terhadap calon petugas haji. Menag memastikan petugas haji merupakan orang-orang yang profesional, bukan sekedar pengurus tetapi justru ingin diurus.
"Profesional artinya dia memiliki kemampuan untuk membimbing, tapi juga kemampuan fisiknya, bukan pengurus yang mau diurus gitu kan. Dan kita tidak ingin seperti tahun-tahun yang lalu ada catatan-catatan yang dikeluhkan bahwa pembimbing haji itu malah justru dibantu oleh jemaahnya. Ini enggak. Kami akan sebaliknya," tutur Nasaruddin.
Ia memastikan bahwa pendamping haji nantinya akan betul-betul dan harus berbakti untuk menyelamatkan jemaah haji dari berbagai macam masalah.
Biaya Murah
Nasaruddin berujar hal lain yang turut menjadi pembicaraan ialah perihal kenyamaan dan ketenangan untuk jemaah haji selama melaksanaan ibadah di tanah suci. Salah satunya tentabg biaya murah.
"Dan yang paling penting juga adalah lebih murah. Tapi murahnya bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan. Jadi tetap ada efisiensi efektif, tapi juga tidak mengurangi kualitas," kata Nasaruddin.
"Misalnya pesawatnya jangan-jangan kita mencari murah, tetapi malah justru pesawat tua jadi itu di-warning juga buat kita," sambungnya.
Waktu Lebih Pendek
Selanjutnya, hal yang dibahas mengenai waktu atau masa pelaksanana ibadah haji. Nasaruddin ingin membuka kemungkinan untuk menperpendek pelaksanaan ibadah gaji.
"Apakah jemaah haji nanti dimungkinkan bisa lebih pendek daripada sebelum-sebelumnya karena kan satu hari itu kan kosong sama dengan berapa ya," kata Nasaruddin.
Kendati begitu, keinginaj memperpendek masa pelaksanan ibadah haji harus dikoordinasikan dengan otoritas Arab Saudi.
"Tapi ini menyangkut masalah Saudi Arabia juga, tidak bisa kita memutuskan sepihak. Hal-hal yang berkaitan dengan Saudi Arabia, itu kekewenangannya Saudi Arabia. Tapi hal-hal yang berkaitan dengan dalam negeri, itu kekewenangan kita," kata Nasaruddin.
Berita Terkait
-
Tak Kaget Kini Tersangka KPK, Novel Baswedan Sebut Gagalnya OTT Harun Masiku dan Hasto PDIP Gegara Ulah Firli Bahuri
-
Dibidik usai Hasto Tersangka, Pencekalan Yasonna Laoly Dianggap Tak Biasa, Mengapa?
-
Pasang Badan Bela Hasto Kristiyanto usai Tersangka, Ini Perlawanan Balik PDIP ke KPK
-
Ada Jalur Praperadilan buat Gugat KPK, PDIP Tak Elegan jika Koar-koar 'Kriminalisasi' soal Status Tersangka Hasto
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi