Suara.com - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh kelompok Hizbullah Lebanon melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata yang dicapai antara kedua belah pihak pada akhir November, dan memperingatkan konsekuensinya.
Katz mengatakan jika Hizbullah tidak menarik diri dari Lebanon selatan, tidak akan ada kesepakatan,” dan Israel akan dipaksa untuk bertindak.
Menteri Israel menekankan bahwa Hizbullah belum menarik diri “di luar Sungai Litani” di Lebanon selatan, dengan keyakinan bahwa hal ini akan mengurangi ancaman sekitar 40 kilometer dari permukimannya.
Ia menambahkan, “Jika kondisi ini tidak terpenuhi, tidak akan ada kesepakatan, dan Israel akan dipaksa untuk bertindak sendiri untuk memastikan kembalinya penduduk utara ke rumah mereka dengan aman,” menurut AFP.
Kesepakatan yang dicapai pada 27 November untuk menghentikan perang Israel-Hizbullah mengharuskan Hizbullah untuk segera meletakkan senjatanya di Lebanon selatan dan memberi Israel waktu 60 hari untuk menarik pasukannya di sana dan menyerahkan kendali kepada tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Sejauh ini, Israel baru menarik diri dari dua dari lusinan kota yang dikuasainya di Lebanon selatan. Dan Israel terus menyerang apa yang disebutnya sebagai pangkalan milik Hizbullah, yang dituduhnya berupaya meluncurkan roket dan memindahkan senjata sebelum dapat disita dan dihancurkan, AP melaporkan.
Hizbullah, yang jumlahnya sangat berkurang selama hampir 14 bulan perang, telah mengancam akan melanjutkan pertempuran jika Israel tidak sepenuhnya menarik pasukannya sebelum batas waktu 60 hari.
Namun, meskipun ada tuduhan dari kedua belah pihak tentang ratusan pelanggaran gencatan senjata, gencatan senjata kemungkinan akan tetap berlaku, kata para analis. Itu adalah kabar baik bagi ribuan keluarga Israel dan Lebanon yang mengungsi akibat perang yang masih menunggu untuk kembali ke rumah.
Berita Terkait
-
Tragis! 800 Lebih Masjid Luluh Lantak, Situs Kristen Rusak Parah di Palestina Sepanjang 2024
-
Ibu Tentara Israel Kecam Netanyahu: Lindungi Anak-Anak Kami di Gaza!
-
Kekejaman Tentara Israel di Tepi Barat Terungkap, Gunakan Ambulans untuk Menyerang Warga Palestina
-
Israel Rusak Pos Militer Lebanon, UNIFIL Kecam Pelanggaran Hukum Internasional
-
When The Phone Rings Tuai Kritik Pedas Usai Bahas Konflik Palestina-Israel
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
-
Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
-
Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina
-
Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!