Suara.com - Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata melarang adanya arak-arakan saat agenda penetapan gubernur dan wakil gubernur Jakarta, yang akan dilaksanakan di Hotel kawasan Jakarta Barat, pada Kamis (9/1/2025) mendatang.
Pelarangan tersebut, lanjut Wahyu, lantaran penetapan gubernur dan wakil gubernur bersifat pleno.
“Penetapan itu kan agenda resmi ya berupa pleno, tapi kami karena ini bagian dari konsolidasi dan rekonsiliasi acara pembukaan saja ya, sambutan para pemangku kepentingan termasuk nanti sambutan pasangan calon, semua pasangan calon dan tidak boleh ada arak-arakan,” kata Wahtu, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2025).
Sebabnya, Wahyu juga melarang, jika para pasangan Calon membawa masa pendukung saat penetapan berlangsung.
“Pesertanya cukup banyak, mohon juga jangan membawa pendukung,” kata Wahyu.
Wahyu menyampaikan, jika semua para pasangan calon yang kemarin bertarung dalam Pilgub Jakarta bakal hadir. Kecuali, Ridwan Kamil yang hingga saat ini belum memberikan penjelasan.
“Tadi sebelum ke Bang Doel, kami ke Pak Suswono. Kebetulan Pak RK masih ada tugas, Pak Suswono memastikan Insyallah pak RK hadir, kalaupun tidak hadir, pak Suswono akan hadir. Pak Dharma Pongrekun insyallah dengan Pak Kun Wardana akan hadir termasuk kepada stakeholder terkait,” pungkas Wahyu.
Diketahui bersama, dalm Pilgub Jakarta, pasangan Calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno unggul dengan perolehan suara 2.183.239 suara, jika dipersentase mencapai 50,07 persen.
Kemudian pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono meraih suara 1.718.160 suara alias 39,40 persen. Sedangkan pasangan dari jalur independen, dengan nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana meraih perolehan suara sebesar 459.230 atau 10,53 persen.
Baca Juga: Rano Karno Jadi Wagub, Mandra Beri Pesan Penting: Ingat Amanah!
Berita Terkait
-
Rano Karno Jadi Wagub, Mandra Beri Pesan Penting: Ingat Amanah!
-
Rano Karno yang Segera Dilantik Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Mandra Beri Pesan
-
Farhan Koar-Koar Ogah Diajak Main Film Usai Jabat Wali Kota Bandung, Siapa Kena Sindir?
-
Bakal Pimpin Kota Bandung, Farhan Janji Ogah Ikuti Jejak Ridwan Kamil dalam Hal Ini
-
Tolak Hadir Pertemuan Anies-Ahok, Jokowi: Ada Acara di Solo
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra