Suara.com - Belakangan ini banyak yang menyoroti Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) soal kunjungan kerjanya.
Meskipun Jokowi sudah lengser, namun saat kunjungan kerja di luar kota, masih saja diamankan oleh ratusan petugas kepolisian.
Rocky Gerung menilai bahwa fenomena tersebut terlalu konyol. Pasalnya, Jokowi sudah bukan pejabat publik dan tidak seharusnya menggunakan fasilitas publik.
“Jadi istilah kunjungan kerja dari seseorang yang statusnya bukan pejabat publik itu tidak boleh memakai fasilitas publik,” sebut Rocky, dikutip dari kanal youtubenya, Senin (13/1/25).
“Kan dia kunjungan kerja buat apa itu? Buat mengevaluasi sesuatu yang berhubungan dengan kebijakan negara? Kan itu konyolnya di situ,” tandasnya.
Menurut Rocky, Jokowi masih tetap dibuntuti lantaran disebut menyimpan rahasia-rahasia negara.
“Tapi kita tau bahwa sudah melekat di sepanjang hidupnya soal rahasia-rahasia negara, karena itu masih tetap dikawal,” ucapnya.
“Tetapi bukan lagi kunjungan kerja terus dikawal, itu kan konyol,” tambahnya.
Rocky mengatakan bahwa Jokowi masih terus membayangkan dirinya sebagai Presiden dan haus dengan kamera.
Baca Juga: Program MBG Cuma Sampai Juni, Rocky Gerung Ungkap Sisi Paradoks
“Jokowi itu tidak ingin jadi mantan, dia masih membutuhkan kamera, dia masih membutuhkan pemberitaan,” tegas Rocky.
“Demi siapa? Ya bukan demi dia, tapi demi kelanjutan imago kenangan bahwa dia adalah pernah menjadi presiden, dan ingin Gibran diingat sebagai anak dari Presiden Jokowi,” sambungnya.
Sebelumnya, Jokowi mengunjungi Bank Sampah Banjarnegara di Desa Kasilib, Wanadadi, Banjarnegara pada Senin (6/1/25).
Kehadirannya itu mendapat sambutan meriah dari warga yang sudah menunggu sejak pagi. Bahkan, ribuan warga ingin meminta foto dengan Jokowi.
Dalam kunjungannya itu, Jokowi dikabarkan mendapatkan pengamanan ketat yang melibatkan 191 personel polisi.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto