Suara.com - Muhammad Said Didu turut bersuara soal pemagaran Laut di Pantai Utara Jakarta sepanjang 30 km.
Ia merasa heran, lantaran sudah satu tahun lebih pemagaran tersebut, namun tetap tidak ada yang menghiraukannya.
Dugaan kuat Said Didu soal laut yang dipagari tersebut rupanya mengarah pada kata ‘Reklamasi’.
“Dugaan saya yang terjadi adalah terjadi kongkalikong yang sangat sistimatis antara pengembang dengan lurah untuk mengakuisisi laut dan dipagar,” sebut Said Didu, dikutip dari kanal youtubenya, Senin (13/1/25).
“Laut-laut yang akan dangkal tersebut diberikan surat seakan-akan ada pemiliknya, sehingga dugaan saya sangat kuat bahwa sebenarnya yang terjadi adalah laut-laut yang dipagar itu memang disiapkan untuk direklamasi oleh pengembang dengan alasan dia sudah beli dari pemilik fiktif,” sambungnya.
Said Didu sontak mengatakan bahwa oknum yang bertugas memagari laut tersebut rupanya adalah Mafia Tanah yang memang sudah digunakan oleh pengembang.
“Nah yang ditugaskan untuk memagari laut sepanjang 30 km itu saya dapat informasi memang adalah mafia tanah yang selama ini digunakan oleh pengembang,” ucapnya.
“sehingga pada saat tanya tidak ada bukti hukum. Iya tapi faktanya bahwa pemagaran laut itu terjadi di wilayah kerja PIK 2. Jadi nggak masuk akal bantahan secara hukum,” tambahnya.
Sementara itu soal mengapa selama ini tidak ada satu pun pejabat yang berani membuka hal tersebut, menurut Said Didu lantaran takut dipanggil oleh aparat.
Baca Juga: Bos PIK2 Aguan Goda Pemilik Lahan Dengan Rp23 Triliun
“Lantas kenapa tidak ada pejabat yang berani membukanya?,” ucap Said.
“Selama ini siapapun yang membuka informasi terkait dengan PIK 2 itu dipastikan akan dipanggil oleh aparat. Artinya, kendali pemilik PIK 2 ini sangat sangat kuat,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran