Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial X yang memperlihatkan video buaya masuk ke dalam rumah warga saat banjir di Babelan, Bekasi, dipastikan sebagai informasi yang tidak benar atau hoaks.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan bahwa video tersebut merupakan konten menyesatkan (misleading content).
Akun X bernama "Gojekmilitan" mengunggah video tersebut dengan klaim bahwa seekor buaya masuk ke dalam rumah warga ketika banjir melanda kawasan Babelan.
Cuitan yang diunggah pada Senin (3/2/2025) itu telah dilihat lebih dari 200 ribu kali dan disukai oleh 28 akun lainnya.
Pemeriksaan Fakta
Mengutip Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) yang melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut dengan menggunakan mesin pencarian Google.
Penelusuran dengan kata kunci "buaya masuk rumah di Bekasi" menunjukkan bahwa video tersebut sebenarnya merupakan unggahan lama yang tidak berkaitan dengan banjir di Babelan.
Melansir Kompas, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, memastikan bahwa informasi dalam video tersebut adalah hoaks.
Lebih lanjut, setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa video yang beredar adalah unggahan ulang dari kejadian banjir di Bogor pada tahun 2022.
Video tersebut awalnya diunggah oleh akun TikTok “setabayuangga1”, yang diketahui sebagai pemilik buaya dalam rekaman tersebut.
Baca Juga: Heboh! Warga Bekasi Digusur Padahal Punya SHM, Keamanan Sertifikat Dipertanyakan!
Kesimpulan
Berdasarkan hasil verifikasi, unggahan yang mengklaim bahwa buaya masuk rumah warga saat banjir di Babelan, Bekasi, merupakan informasi yang menyesatkan.
Video tersebut bukan berasal dari kejadian terbaru di Bekasi, melainkan merupakan rekaman lama yang diunggah ulang dengan narasi yang keliru.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan selalu melakukan pengecekan sebelum mempercayai suatu berita di media sosial.
Berita Terkait
-
Heboh! Warga Bekasi Digusur Padahal Punya SHM, Keamanan Sertifikat Dipertanyakan!
-
CEK FAKTA: Lowongan Kerja BPJS Kesehatan dengan Gaji Rp7-25 Juta
-
Cek Fakta: Sekolah Libur 45 Hari Selama Bulan Ramadhan
-
Cek Fakta: Gas LPG Hijau akan Ditarik Peredarannya pada Awal Bulan Puasa 2025
-
PT. TRPN Akui Salah Soal Pagar Laut Bekasi, Disanksi Denda dan Wajib Pulihkan Lingkungan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim