-
Intelijen Amerika meragukan serangan militer mampu menggulingkan rezim kuat di pemerintahan Iran.
-
Institusi agama dan militer Iran memiliki mekanisme transfer kekuasaan yang mencegah sistem runtuh.
-
Kondisi oposisi Iran yang terpecah membuat pergantian kekuasaan melalui perang sulit terwujud.
Suara.com - Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat merilis penilaian rahasia terkait dampak serangan militer ke Teheran.
Dokumen ini memaparkan pandangan skeptis mengenai peluang keberhasilan operasi gabungan dalam meruntuhkan kekuasaan Iran.
Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah sinyal perang diberikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Meskipun Trump sempat menyatakan perang adalah awal dari perjalanan panjang, ia kemudian mengubah narasinya.
Prediksi ini disusun secara mendalam oleh berbagai lembaga intelijen yang dikoordinasikan oleh badan nasional tersebut.
Tulisan middleeastmonitor mengungkapkan bahwa penghancuran rezim Iran bukanlah perkara yang mudah dilakukan.
Serangan besar-besaran dari pihak luar diprediksi tidak akan mampu merobohkan fondasi kuat negara tersebut.
Sistem yang ada di Iran saat ini ditopang oleh kolaborasi antara institusi agama dan keamanan.
Struktur pemerintahan mereka dianggap memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan militer dari pihak asing.
Baca Juga: Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
"tidak mungkin" bahwa sejumlah oposisi Iran yang terpecah akan berkuasa jika perang AS pecah, baik konflik tersebut singkat atau berkepanjangan.
Penilaian strategis ini sebenarnya telah tuntas dikerjakan sepekan sebelum pecahnya perang pada 28 Februari.
Berbagai kemungkinan telah dihitung secara matang, mulai dari serangan terbatas hingga perang total.
Salah satu fokus analisis adalah dampak serangan langsung terhadap para petinggi senior di pemerintahan Iran.
Intelijen juga mengukur efektivitas jika serangan dialihkan pada lembaga negara dan struktur kepemimpinan inti.
Hasil akhir dari semua skenario militer yang disusun menunjukkan kesimpulan yang cenderung serupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun