Suara.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mencuri perhatian saat menghadiri upacara penyambutan kepala daerah peserta retreat di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (21/2/2025).
Mengenakan seragam loreng Komponen Cadangan (Komcad) bernuansa warna cokelat muda, Sherly tetap tampil anggun. Kesan simpel diperlihatkan Sherly yang mengikat rambutnya sederhana di balik topi bergaya komando.
Sherly tampak percaya diri menghampiri kerumunan wartawan yang menunggu di depan Wisma Sumbing.
Pada dada kanan seragam tersemat nama Sherly Laos, mengingatkan pada mendiang suaminya Benny Laos, Kepala Staf Kepresidenan Joko Widodo tahun 2023.
Gubernur terkaya pada Pilkada serentak 2024 itu mengaku siap menghadapi padatnya rangkaian kegiatan retreat di Magelang.
"Siap mental, fisik, dan berdoa. Olah raga, makan yang cukup, istirahat yang banyak."
Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu antusias menerima materi yang akan disampaikan pada retreat. Terutama terkait program-program Presiden Prabowo Subianto.
"Saya sangat tertarik memahami lebih dalam program Presiden Prabowo. Terutama ketahanan pangan dan ekonomi biru."
Dia berharap, program Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan dan ekonomi biru dapat dilaksanakan di Maluku Utara.
Baca Juga: Sejumlah 47 Kepala Daerah Absen Retreat Tanpa Keterangan, dari PDIP?
"Sebagai gubernur perpanjangan pemerintah pusat, dapat memastikan cita-cita Presiden Prabowo terwujud dengan baik.
Sherly dipinang 8 partai koalisi, Nasdem, PKB, Demokrat, PAN, PPP, Gelora, PSI, dan Partai Buruh, setelah suaminya, Benny Laos yang saat itu calon Gubernur Maluku Utara, tewas dalam kecelakaan meledaknya kapal Bela 72 di Kabupaten Pulau Taliabu, 12 Oktober 2024.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 2024, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memiliki kekayaan mencapai Rp709,76 miliar.
Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp201,13 miliar, alat transportasi senilai Rp7,06 miliar, serta investasi dalam bentuk surat berharga senilai Rp245,32 miliar.
Sherly juga memiliki kekayaan kas dan setara kas sebasar Rp146,17 miliar, serta aset lainnya senilai Rp96,96 miliar.
Dia dikenal sebagai pengusaha sukses yang menguasai berbagai investasi di bidang properti dan keuangan. Aset yang hampir tembus Rp1 triliun itu, menempatkan Sherly sebagai kepala daerah paling kaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Polda Metro Jaya Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Terkait Kasus Mens Rea
-
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
-
OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas
-
Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi