Suara.com - Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan yang besar maka tak heran bila umat muslim berbondong-bondong untuk mencari keberkahan tak terkecuali para kaum waria.
Baru-baru ini, sebuah video viral yang menunjukkan seorang waria tengah melaksanakan salat berjamaah di masjid beredar di media sosial.
Video viral yang dibagikan akun Instagram @undercover.id itu memperlihatkan sesuatu yang berbeda di antara shaf pria. Nampak dua orang waria dengan rambut panjang berada di antaranya.
Salah satunya nampak mengenakan baju merah bak koko dengan rambut diikat dan satunya mengenakan sarung serta selendang untuk menutupi dadanya.
Dalam video lain, memperlihatkan seorang waria tersebut yang malu-malu saat direkam. Meskipun masih mengenakan aksesoris bak wanita, ia tetap melaksanakan ibadah sholat dan berbaur dengan jamaan pria yang lain.
Unggahan itu langsung mendapat berbagai komentar dari netizen yang melihatnya. Banyak yang mengaku salut dan berharap waria tersebut bisa segera mendapat hidayah.
Tak sedikit pula yang memuji para jamaah lain lantaran tidak mendiskriminasi waria tersebut dan tetap menyambutnya dengan baik.
"Tapi salut juga sih. Pasti sebelum memutuskan sholat ke mesjid hatinya bergejolak. Takut di hina lah, di ejek sama jamaah lainnya. Tapi tetap nekat ke mesjid karna allah. Semoga dapet hidayah aamiin," kata akun @ar***20.
"Gpp semangat kak. tp alangkah lebih kerennya pakai baju koko & peci, gelang2 juga di lepas. Supaya anak2 gak bingung. Kalau orang dewasa kan sudah paham,tp kasihan anak2 yg blm bisa menerima penjelasan dari ortu mereka," imbuh @bo***ri.
Baca Juga: Viral Takjil Super Jumbo Youtuber Bobon Santoso Berakhir Jadi Tempat Renang ODGJ
"Menurut saya, alangkah lebih sopan menghadap Allah dalam sholat melepas atribut keperempuannya dan segera bertaubat. Allah hanya menciptakan laki2 dan perempuan bukan yg lain.," ungkap @pu***ma.
"Kalo sdh tau kodratnya sbg laki2 berubahlah ke bentuk yg semesti nya, sdh bagus ini, semoga ke depannya bener2 bs tobat nasuha," timpal @co***un.
"Harus tetap dirangkul dan wajib militer biar nggak gemulai (emoji ketawa 2x)," cuit @mi***ia.
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Viral Takjil Super Jumbo Youtuber Bobon Santoso Berakhir Jadi Tempat Renang ODGJ
-
Apa Itu Suluk? Viral Jamaah Sholat dengan Wajah Ditutup Kain, Dikira Aliran Sesat
-
Viral Warga Rela Salat Tarawih di Pinggir Jalan, Fakta di Baliknya Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Viral Pria Buka Puasa di Makam Ibunda Sambil Menangis
-
Ramadhan Core: Aksi Kocak Pria Bawa Kipas Angin Saat Salat Tarawih Viral
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?