PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kembali mengadakan program Mudik Gratis BUMN 2025.
Pendaftaran mudik gratis ini telah resmi diumumkan melalui kanal-kanal media sosial SPJM sejak 3 Maret 2025 lalu.
Pendaftaran Mudik Gratis SPJM bersama seluruh entitas Pelindo Grup yang berpartisipasi dapat diakses melalui di website https://simudipelindo.co.id.
Pendaftaran diaplikasi ini tentu bertujuan untuk memberikan kemudahan akses kepada calon peserta mudik gratis pada saat melakukan pendaftaran.
Serta mencegah adanya penyalahgunaan program ini oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Total pemudik yang telah mendaftarkan di tahap pra registrasi ini untuk seluruh Pelindo grup sudah mencapai lebih dari 6730 (enam ribu tujuh ratus tiga puluh) orang dari target 3800 (tiga ribu delapan ratus) orang.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias memanfaatkan fasilitas mudik gratis BUMN.
Sebagaimana diketahui tren kenaikan arus penumpang saat mudik menyebabkan harga tiket transportasi melambung tinggi dan terkadang masyarakat kesulitan mendapatkan tiket.
Apalagi diprediksi bahwa sebanyak 146,48 juta jiwa atau lebih dari 52 persen dari total penduduk Indonesia akan melakukan pergerakan selama libur Lebaran 2025.
Baca Juga: Cara Beli Tiket Bus Online untuk Mudik Lebaran 2025 dengan Harga Termurah
Untuk itu Pelindo Grup hadir untuk mendukung kelancaran arus mudik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bisa berkumpul dengan keluarga di momen mudik lebaran.
Tahun ini SPJM menyediakan dua rute mudik gratis di wilayah Sulawesi Selatan yaitu: Makassar-Palopo dan Makassar-Sorowako.
"Tentu salah satu pertimbangannya adalah melihat banyaknya pekerja yang berasal dari palopo dan Sorowako yang merantau ke Kota Makassar,” kata SVP Sekretaris Perusahan SPJM, Tubagus Patrick.
Ini adalah tahun ketiga kami menjadi salah satu kolaborator dalam melaksanakan kegiatan mudik gratis. Tahun ini, SPJM menyediakan total tiket arus mudik dan arus balik untuk 360 (tiga ratus enam puluh) orang.
SPJM selalu berusaha agar pelayanan dan fasilitas yang kami berikan kepada masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Untuk menjamin kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan para pemudik, selain fasilitas bus yang nyaman, kami juga menyediakan makanan, minuman, dan juga obat-obatan.
"Selain itu kami juga memastikan sopir dan kernet bus dalam kondisi prima dan sehat untuk melakukan perjalanan,” Patrick menjelaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
-
Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
-
Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'