Suara.com - Idul Fitri merupakan salah satu hari raya besar bagi umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriyah.
Hari raya ini menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia sebagai tanda berakhirnya ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Selain menjadi momen spiritual, Idul Fitri juga memiliki nilai sosial dan budaya yang erat dengan tradisi masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sejarah Perayaan Idul Fitri dalam Islam
Perayaan Idul Fitri telah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW. Menurut riwayat, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, beliau mendapati masyarakat setempat merayakan dua hari besar dengan suka cita.
Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda bahwa Allah SWT telah menggantikan dua hari tersebut dengan hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.
Sejak saat itu, umat Islam merayakan Idul Fitri dengan melaksanakan salat Idul Fitri di pagi hari, diikuti dengan tradisi bermaaf-maafan dan memberikan sedekah kepada fakir miskin dalam bentuk zakat fitrah.
Sejarah Idul Fitri dalam Tradisi Indonesia
Istilah "Lebaran" yang sering digunakan di Indonesia untuk menyebut Idul Fitri ternyata tidak berasal dari bahasa Arab, melainkan dari tradisi umat Hindu di Jawa.
Baca Juga: Bacaan Doa Takbiran Idul Fitri Lengkap Arab dan Artinya
Menurut pendapat MA. Salmun dalam artikel yang dimuat di majalah "Sunda" pada tahun 1954, istilah "lebaran" memiliki arti selesai, usai, atau habis.
Kemudian oleh para wali seperti Sunan Bonang, istilah ini digunakan dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa pada abad ke-15.
Dalam bahasa Jawa sendiri, "lebaran" berasal dari kata "wis bar" yang berarti "sudah selesai".
Dengan demikian, Lebaran dimaknai sebagai selesainya ibadah puasa Ramadhan yang telah dilaksanakan selama sebulan penuh.
Budayawan Umar Khayam menyebutkan bahwa tradisi perayaan Lebaran di Jawa dimulai pada abad ke-15 oleh Sunan Bonang dan dilanjutkan oleh para pengikutnya.
Meskipun istilah "lebaran" lebih dikenal di kalangan masyarakat Sunda dan Betawi, maknanya tetap sama yaitu hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa.
Berita Terkait
-
Bacaan Doa Takbiran Idul Fitri Lengkap Arab dan Artinya
-
Komentari Kisruh Mafia Skincare, Rieke Diah Pitaloka Dicap Beda Kelas dengan Uya Kuya
-
Mengenal Child Grooming, Kekerasan Seksual Terhadap Anak yang Menyeret Aktor Kim Soo Hyun
-
Uya Kuya Dituding Bela Lawan Nikita Mirzani di Kasus Owner Skincare, Publik: Dewan Perwakilan Reza Gladys
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender