Namun, Rusia menolak usulan gencatan senjata 30 hari yang lebih luas, meski menyetujui moratorium serangan terhadap infrastruktur energi.
Dalam serangan yang berlangsung semalam, Rusia meluncurkan total 214 pesawat nirawak ke berbagai wilayah di Ukraina.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh 114 drone, sementara 81 lainnya “hilang”, istilah yang digunakan untuk drone yang dinetralisir menggunakan sistem perang elektronik.
Presiden Ceko, Petr Pavel, dikenal sebagai pendukung vokal Ukraina dalam melawan invasi Rusia.
Ia telah memimpin berbagai upaya internasional untuk memberikan bantuan militer kepada Kyiv, termasuk mendorong pengiriman lebih dari satu juta peluru artileri ke medan perang.
Kehadirannya di Odesa saat serangan terjadi semakin menyoroti ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.
Serangan di Odesa juga menimbulkan kepanikan di antara warga sipil.
Tim pemadam kebakaran dan petugas penyelamat bekerja keras sepanjang malam untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban dari bangunan yang terbakar.
Banyak warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, khawatir akan adanya serangan lanjutan.
Baca Juga: Utusan AS Klaim Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Mungkin Tercapai dalam Hitungan Minggu!
Ukraina juga terus melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat tak berawak terhadap sasaran strategis di Rusia, termasuk infrastruktur minyak dan pangkalan pembom strategis dalam beberapa hari terakhir.
Delegasi dari Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia dijadwalkan bertemu di Arab Saudi pada Senin mendatang untuk membahas rincian lebih lanjut terkait konflik yang masih terus berlangsung.
Berita Terkait
-
Utusan AS Klaim Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Mungkin Tercapai dalam Hitungan Minggu!
-
Gencatan Senjata Rusak? Rusia Tuding Ukraina Sabotase Kesepakatan Putin-Trump!
-
Pertemuan Rahasia Trump-Putin Ungkap Titik Temu untuk Ukraina? Zelensky Bakal Bertemu di Arab Saudi
-
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Rusia dan Ukraina Saling Serang Usai Kesepakatan Awal!
-
Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Larangan Penerbangan Drone
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia
-
Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'
-
Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?