Diperkirakan jumlah peserta melebihi kuota karena jemaah terus berdatangan hingga antrean meluas ke luar area halaman masjid.
Salat Idul Fitri juga diadakan di Balai Indonesia serta koridor Sekolah Republik Indonesia Tokyo untuk menampung jemaah yang terus berdatangan hingga pukul 10.00 waktu setempat.
Awalnya, panitia Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia (KMII) Jepang hanya menyediakan empat gelombang salat. Namun, melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, mereka menambah menjadi dua gelombang lagi.
Heri mencatat bahwa meningkatnya jumlah jemaah didorong oleh bertambahnya warga negara Indonesia (WNI) di Jepang, yang kini jumlahnya sudah dua kali lipat dibandingkan sebelum COVID-19.
“Dengan pertumbuhan jumlah WNI di Jepang yang sekarang mencapai 100.000, kami ingin mendorong warga untuk lebih intens dalam menjalin silaturahmi dan berkolaborasi di antara komunitas kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertambahan WNI tidak hanya dari segi jumlah, melainkan juga distribusinya yang semakin luas di seluruh wilayah Jepang.
Salah satu jemaah, Tiara K Sari, memilih salat di Masjid Indonesia Tokyo untuk merasakan suasana Lebaran yang mirip dengan di Indonesia dibandingkan dengan masjid-masjid lain di Tokyo.
“Masjid Indonesia Tokyo lebih dipilih oleh komunitas Indonesia, jadi kemungkinan bertemu orang Indonesia lebih besar dan suasana Idul Fitri-nya sangat terasa,” ujar Tiara, yang telah tinggal di Jepang selama lima tahun.
Ia menilai Lebaran tahun ini istimewa setelah tahun-tahun sebelumnya yang dibatasi oleh COVID-19. “Setelah COVID, ini terasa lebih ramai, dan bagi saya ini spesial karena pertama kalinya saya merayakan Idul Fitri tanpa kehadiran almarhum ayah,” tambahnya, sambil berterima kasih kepada keluarganya di Indonesia yang memahami bahwa dia dan keluarganya tidak dapat pulang kampung. (Antara)
Baca Juga: Idul Fitri di Swiss: WNI di Jenewa Rayakan dengan Nuansa Kampung Halaman
Berita Terkait
-
Beda Cara Lebaran Pertama Ruben Onsu dan Bobon Santoso usai Mualaf, Ada yang Terkesan Main-main
-
Mat Solar 'Datangi' Salah Satu Anaknya di Malam Sebelum Salat Ied
-
4 Drama Jepang yang Tayang Bulan April 2025, Siap Masuk Watchlist Kamu
-
Idul Fitri di Swiss: WNI di Jenewa Rayakan dengan Nuansa Kampung Halaman
-
Media Jepang: Gila! Timnas Indonesia Bak Tim Lapis Kedua Belanda
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau
-
Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya
-
Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Mudik Lebih Santai? Menhub Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Macet
-
Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah
-
Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari
-
Pagi Buta, Menhub Dudy Purwagandhi Sidak Kendaraan Berat
-
Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti