- Sekolah Rakyat (SR) memberlakukan pembatasan penggunaan ponsel hanya empat jam sehari, pukul 15.30 sampai 20.00.
- Pembatasan ini bertujuan mencegah penggunaan berlebihan yang dapat mengganggu fokus belajar dan ritme harian siswa.
- Dampak kebijakan tersebut adalah meningkatnya interaksi sosial antarsiswa karena berkurangnya keterlibatan dengan gawai elektronik.
Suara.com - Di saat siswa lain bebas menggulir TikTok seharian, murid di Sekolah Rakyat (SR) justru hidup dengan aturan ketat soal penggunaan ponsel. Mereka hanya bisa menggunakan handphone (HP) selama 4 jam sehari, mulai pukul 15.30 sampai 20.00. Setelah itu, semua ponsel dikumpulkan, disimpan rapi oleh wali asuh dan tak bisa diakses hingga esok hari.
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur Bidang Humas Sekolah Rakyat, Anissa Firanindi Amalia, mengatakan pembatasan itu diberlakukan agar anak-anak tak terjebak penggunaan HP berlebihan yang bisa mengganggu fokus belajar dan ritme harian.
“Pembelajaran dari jam 7 sampai setengah 4. Penggunaan handphone cuma setengah 4 sampai jam 8 malam. Setelah itu dikumpulkan,” kata Anissa, di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Ia menyampaikan kalau sekolah juga menerapkan pengawasan ketat. Mulai dari situs berbahaya diblokir, ponsel hanya boleh dipakai untuk hal-hal terkait pelajaran, hingga di kamar para siswa juga tidak ada barang elektronik sama sekali, seperti TV maupun laptop.
“Awal-awal berat buat anak-anak. Mereka pasti merasa, kok handphone disimpan? Tapi wali asuh dari Peksos mendampingi, pendekatannya lebih dapat,” ujarnya.
Anissa mengakui, ketika aturan itu mulai diterapkan, sebagian siswa sempat memprotes. Namun padatnya kegiatan harian karena mulai sekolah pukul 7 pagi hingga 15.30, membuat anak-anak akhirnya terbiasa.
Ia menegaskan bahwa kebijakan itu bukan arahan dari Kementerian Sosial, tapi memang jadi keputusan sekolah.
"Biar tidak terlalu sering-sering menggunakan handphone, jadi handphone memang hanya digunakan untuk yang penting-penting saja, dan meminimalisir terjadinya hal-hal yang di luar kendali," kata Anissa.
Sementara itu, keterangan dari salah satu siswa di sana, Amelia Rizky, aturan 4 jam penggunaan HP tersebut membuatnya sering ketinggalan informasi. Termasuk tertinggal dalam mengetahui hal-hal yang viral di media sosial.
Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat: Dari Sulit Membaca Kini Berani Rencanakan Masa Depan
“Pastinya (gak update) kan banyak banget informasi di HP kan, jadi kita ketinggalan gitu. Tapi makin lama juga makin terbiasa,” ucapnya.
Namun setelah beberapa bulan, Amelia mengaku mulai terbiasa. Justru ia merasa waktu belajarnya lebih produktif. Beberapa temannya juga memanfaatkan kesempatan memakai HP untuk menghubungi orang tua mereka.
“Jadi banyak waktu buat belajar lagi, terus juga HP-nya kalau misalkan dikasih, pasti itu juga buat belajar, bukan buat mainan,” katanya.
Terpotongnya akses hiburan digital, diakui Amelia, membuat ia dan teman-temannya mudah bosan. Namun, lantaran banyak teman dengan 'nasib' yang sama, justru membuat mereka jadi lebih cepat akrab.
Tanpa gadget, interaksi antarsiswa justru meningkat. Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang, bermain bola, atau sekadar saling menceritakan hari-harinya.
“Jadi lebih cepat akrab sama teman-teman. Kalau di kamar, ya cerita-cerita. Bosan itu pasti, tapi ya main aja bareng,” pungkas Amelia.
Berita Terkait
-
Siswa Sekolah Rakyat: Dari Sulit Membaca Kini Berani Rencanakan Masa Depan
-
Terpopuler: Gaji PPPK Sekolah Rakyat, Pilihan Sabun Cuci Muka Wardah untuk Usia 50-an
-
Kisaran Gaji PPPK Guru Tendik Sekolah Rakyat, Lebih Besar dari UMR?
-
Berapa Gaji PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat? Cek Nominal dan Cara Daftarnya
-
Syarat dan Cara Daftar PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2025
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual