Suara.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menyampaikan, pelaksanaan retreat kepala daerah gelombang kedua nanti akan dilaksanakan pasca lebaran.
Adapun retreat ini ditujukan untuk kepala daerah sebelumnya bersengketa di Mahkamah Konstitusi atau MK hasil Pilkada 2024.
"Oh ya ini segera. Begitu masuk ini harus secepatnya karena memang setelah lebaran," kata Bima ditemui usai hadiri open house Ketua MPR RI di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025).
Kendati begitu, Bima belum bisa memastikan tempat pelaksaan retreat volume kedua tersebut. Ada sejumlah opsi disiapkan yakni di Magelang atau tempat lainnya.
"Lokasinya bisa di Magelang atau bisa di tempat lain. Ada opsi tempat-tempat lain. Tapi tentunya karena pesertanya tidak sebanyak angkatan pertama," ujarnya.
Sementara itu terkait dengan konsep retreat, eks Wali Kota Bogor ini menyampaikan, akan disesuaikan dengan jumlah kepala daerah yang mengikuti. Intinya, ia menginginkan agar pembekalan dilaksanakan segera.
"Karena perlu teman-teman yang belum dapat pembakalan ini juga Menyamakan frekuensi tentang program-program prioritas pemerintah," pungkasnya.
Arahan Gibran
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menghadiri retreat kepala daerah di Mageng pada Rabu (26/2/2025).
Dalam cuplikan sambutan yang diberikannya, Gibran Rakabuming menyebut bahwa retreat penting untuk dilakukan karena menjadi ajang koordinasi antar kabupaten. Hal ini disampaikannya dalam video singkat yang diunggah melalui akun Instagram resminya.
Tak hanya itu, Gibran juga menyinggung kembali sejumlah program yang dijanjikan pada pemerintahan Prabowo-Gibran, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, hingga terbukanya lapangan kerja.
"Pentingnya retreat tuh seperti ini, bisa koordinasi dengan kabupaten-kabupaten sekitar. Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, hilirisasi, swasembada energi, swasembada pangan, penciptaan lapangan kerja ini harus kita dukung, harus kita keroyok bersama-sama," ucap Gibran Rakabuming.
Sebelumnya Wamendagri Bima Arya mengungkap kemungkinan akan ada pelaksanaan retreat untuk kepala daerah lagi pada 2026 mendatang. Hal itu merupakan permintaan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto.
Diketahui retreat sudah berlangsung sejak 21 Februari kemarin hingga selesai pada 28 Februari 2025. Salah satu tujuan utama retreat tersebut untuk menyamakan visi dan misi antara pemerintah pusat dengan daerah.
"Presiden mengapresiasi penyelenggaraan retreat ini, bahkan beliau meminta Kementerian Negeri untuk kembali menyelenggarakan retret ini pada tahun 2026, kira-kira begitu," kata Bima Arya di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025).
Berita Terkait
-
ASN Tak Boleh Telat di Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran, Wamendagri: Nggak Bisa Santai-santai!
-
Bima Arya Pastikan Wali Kota Depok Akan Ditegur, Imbas Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Pastikan Kesiapan PSU Lancar Sesuai Rencana, Wamendagri Turun Langsung ke Kabupaten Siak
-
Wamendagri Ribka Hadiri RDP dengan Komisi II DPR RI, Paparkan Perkembangan 4 DOB Papua
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik