Para pemimpin Israel mengatakan mereka terdorong oleh tanda-tanda protes di Gaza terhadap Hamas, dengan ratusan orang berdemonstrasi di Beit Lahiya, Gaza utara, pada hari Rabu, menentang perang dan menuntut Hamas mundur dari kekuasaan. Hamas menyebut para pengunjuk rasa sebagai kaki tangan dan mengatakan Israel berada di belakang mereka.
Perang dimulai dengan serangan Hamas terhadap komunitas Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 dengan orang-orang bersenjata yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang menurut penghitungan Israel. Kampanye Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina, kata otoritas kesehatan Gaza.
Penduduk Rafah mengatakan sebagian besar penduduk setempat telah mengikuti perintah Israel untuk pergi, karena serangan Israel merobohkan bangunan di sana. Namun, serangan di jalan utama antara Khan Younis dan Rafah menghentikan sebagian besar pergerakan antara kedua kota tersebut.
Pergerakan orang dan lalu lintas di sepanjang jalan pantai barat dekat Morag juga dibatasi oleh pemboman, kata penduduk.
"Yang lainnya tetap tinggal karena tidak tahu harus ke mana, atau sudah muak karena terusir beberapa kali. Kami khawatir mereka akan dibunuh atau paling banter ditahan," kata Basem, warga Rafah yang menolak menyebutkan nama belakangnya.
Pasar-pasar sepi dan harga kebutuhan pokok melonjak di bawah blokade total Israel terhadap makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.
Kementerian Kesehatan Palestina, yang berpusat di Tepi Barat yang diduduki Israel tetapi memiliki kewenangan nominal atas rumah sakit di Gaza, mengatakan seluruh sistem perawatan kesehatan Gaza berisiko runtuh.
Berita Terkait
-
Israel Ancam Suriah: Campur Tangan Turki Jadi Alasan Utama?
-
Serangan Udara Israel Tewaskan Puluhan Orang di Sekolah Gaza: Hamas Jadikan Warga Sipil Tameng?
-
Israel Tewaskan Komandan Hamas dalam Serangan Drone di Lebanon
-
Gaza Terancam Terbelah: Netanyahu Umumkan Rencana Koridor Militer Kontroversial
-
Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo