“Jaraknya sekitar 10-15 menit sebelum mereka bisa berlayar ke lokasi wisata di Kepulauan Seribu,” jelas Syafrin.
Pembangunan dermaga ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kepulauan Seribu, satu-satunya kabupaten administrasi di Jakarta. Pihaknya sudah melakukan studi awal terkait proyek ini.
“Diharapkan pada 2027 pembangunan fisik dermaga wisata ini sudah bisa dimulai,” kata Syafrin.
Bisa Gaet Wisatawan
Pakar Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi menyoroti soal rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun dermaga baru di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Ia menyebut pelabuhan baru itu bisa menarik minat wisatawan.
Apalagi, jika nantinya dermaga baru itu dibuat di lokasi strategis dengan fasilitas modern, maka berpotensi menjadi menjadi salah satu titik utama keberangkatan menuju Kepulauan Seribu. Masyarakat yang ingin naik kapal dengan mengutamakan kenyamanan dan efisiensi bisa menjadikan dermaga ini pilihan.
“Dermaga ini bisa menjadi opsi utama, khususnya bagi wisatawan yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi waktu. Tapi tentu saja, tiap dermaga punya segmen pasarnya masing-masing,” ujar Taufan kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).
Saat ini, sudah ada dua dermaga yang bisa memberangkatkan wisatawan ke Kepulauan Seribu, yakni Marina di Ancol dan Kali Adem. Meski ada dermaga baru, Pendiri Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (YIPINDO) itu menilai kedua dermaga itu tak akan menjadi sepi.
Sebab, Sermaga Marina Ancol identik dengan pengalaman wisata eksklusif, sedangkan Dermaga Kali Adem lebih cocok bagi pelancong dengan anggaran terbatas.
Baca Juga: Belum Lebaran ke Megawati, Jokowi Disebut Masih Komunikasi dengan PDIP Lewat Puan
Selain itu, Taufan menilai Dermaga PIK berpotensi menjadi pusat pertumbuhan wisata maritim Jakarta.
“Mulai dari olahraga air, wisata kapal pesiar, sampai ekowisata mangrove di sekitar PIK, semua punya peluang besar untuk tumbuh di sini," ucapnya.
Ia berharap, keberadaan Dermaga PIK tak hanya mempermudah wisatawan yang ingin ke Kepulauan Seribu, tetapi juga mampu memperkuat citra kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan wisata bahari nasional.
"Kalau dikelola serius, ini bisa jadi titik awal transformasi Jakarta sebagai kota maritim yang kompetitif,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tak Larang Pendatang, Pemprov DKI: Minimal 10 Tahun Baru Dapat Bansos
-
Belum Lebaran ke Megawati, Jokowi Disebut Masih Komunikasi dengan PDIP Lewat Puan
-
Retreat Gelombang Kedua Digelar Usai Lebaran, Megawati Perintahkan Kepala Daerah PDIP Wajib Ikut
-
Lebaran ke Megawati hingga Jokowi, Didit Disebut Jadi Kekuatan 'Soft Politics' Presiden Prabowo
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana