Suara.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menutup kebijakan satu arah atau one way yang sebelumnya diberlakukan saat arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 2025.
Dengan penghentian pemberlakuan one way secara nasional tersebut menandakan akan berakhirnya Operasi Ketupat tahun ini.
"Tadi jam 08.00 WIB, pak menteri dengan kami semuanya menutup one way nasional arus balik yang secara resmi sudah kita tutup," kata Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).
Meski demikian, lanjut Agus, Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan hari raya lebaran, masih berlangsung. Operasi tersebut bakal dilakukan penutupan pada pukul 00.00 WIB nanti.
"Tentunya untuk evaluasi ke depan bahwa operasi ketupat itu adalah operasi kemanusiaan yang mengedepankan aspek keselamatan,” ujar Agus.
Agus mengemukakan, hingga saat ini sudah 74 persen kendaraan yang masuk ke Jakarta. Pihak kepolisian, lanjut Agus, bakal menunggu sebanyak 26 persen kendaraan lainnya masuk ke Jakarta hingga malam nanti.
"Sudah hampir 74 persen kendaraan yang dari luar Jakarta sudah masuk Jakarta. Kita masih menunggu selesainya operasi nanti," jelasnya.
Berdasarkan hasil analisanya, Agus mengatakan total kendaraan yang bakal kembali ke Jakarta dalam rangkaian arus mudik hanya sebanyak 85 persen.
Sisanya atau 15 persen lainnya bakal kembali masuk Jakarta secara perlahan usai Operasi Ketupat selesai.
Baca Juga: Sejumlah 1,6 Juta Pemudik Kembali ke Jakarta: Kapan One Way Nasional Dicabut?
"Analisa dan evaluasi untuk arus balik, kembali itu hanya rata-rata maksimal 85 persen, yang lainnya itu setelah operasi nanti berangsur-angsur akan kembali ke Jakarta," ucapnya.
Menurutnya hal tersebut dimungkinkan terjadi karena masih ada warga yang berada di luar Jakarta memperpanjang cuti liburnya.
"Jadi tidak harus 100 persen. Jadi masih ada yang liburan, masih ada yang berada di luar Jakarta, tetapi yang paling terpenting adalah kondusivitas," katanya.
Secara keseluruhan, Agus mengklaim bahwa arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri tahun ini berjalan lancar. Tidak ada peristiwa kecelakaan yang menonjol.
"Jadi aspek keamanan dan aspek keselamatan itu bagian daripada indikator bahwa operasi ketupat berjalan dengan lancar," katanya.
Sehari sebelumnya, jumlah kendaraan yang melakukan arus balik saat musim mudik lebaran Idulfitri sebanyak 1,6 juta kendaraan. Jumlah tersebut merupakan 70 persen dari total pemudik yang sudah kembali.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah