Suara.com - Kepala Korps Lalu Lintas atau Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut 1,6 juta dari 2,2 juta kendaraan pemudik tercatat telah kembali Jakarta. Angka tersebut merujuk data yang dihimpun hingga Senin (7/4/2025) siang.
"Jumlah yang sudah masuk ke arah Jakarta itu hampir 1,6 juta. Jadi sudah hampir 70 persen," kata Agus kepada wartawan, Senin (7/4/2025).
Berdasar data, Agus mengatakan puncak arus balik mudik Lebaran Idulfitri 2025 terjadi pada 5 April. Meskipun pada 6 April 2025 jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta juga cukup banyak.
"Tetapi puncaknya adalah tanggal 5 April kemarin, sudah kita lewati," ungkapnya.
Pada hari ini Korlantas Polri juga masih menerapkan rekayasa lalu lintas one way nasional.
Polri bersama stakeholder terkait rencananya akan akan menggelar rapat evaluasi untuk memutuskan apakah kebijakan one way nasional itu akan kembali diberlakukan besok atau tidak.
"Nanti akan melihat traffic yang tersisa yang belum masuk ke Jakarta," tuturnya.
Angka Kecelakaan Turun
Angka kecelakaan lalu lintas di masa mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2025 menurut Agus juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Di mana pada tahun 2024 angka kecelakaan lalu lintas mencapai 3.728 dan menurun menjadi 2.637.
Baca Juga: Muncul Asap Misterius dari Dalam Tanah, Rest Area Km 86 Tol Cipali Ditutup
"Turunnya 30 persen," ungkapnya.
Khusus di jalan tol, Agus menyampaikan angka kecelakaan turun sebesar 40 persen. Jika di tahun 2024 terjadi 53 kejadian, di tahun ini menurutnya hanya 32 kejadian.
"Turun 40 persen," katanya.
Angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di masa mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2025 secara nasional juga turun sekitar 47 persen dibanding tahun lalu.
Adapun khusus angka fatalitas akibat kecelakaan di tol menurutnya turun sekitar 72 persen.
"Korban kecelakaan meninggal dunia di jalan tol tahun lalu 44 orang, tahun ini 12 orang. Jadi turun 72 persen," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran