Suara.com - Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil mengevakuasi Kepala Dusun Muara Kum, Daniel Nabyal dan istrinya Makdalena Olivia Masela alias Gebi.
Keduanya sempat disandera selama 2 hari oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Faizal Ramadhani menyebut bahwa Daniel dan Gebi devakuasi menggunakan Heli Bell Polri ke Bandara Dekai.
"Mereka sebelumnya disandera oleh kelompok KKB, namun dilepaskan setelah dua hari karena Daniel merupakan orang asli Papua, Yahukimo," kata Faizal kepada wartawan, Sabtu (12/4/2025).
Faizal memastikan, saat ini Daniel dan Gebi dalam kondisi selamat. Keduanya sedang mendapat pelayanan medis dan psikologis.
"Langsung mendapat pelayanan medis serta pendampingan trauma healing oleh tim dokter dan psikolog Satgas Operasi Damai Cartenz," ungkapnya.
Sebelumnya dilaporkan, Anggota gabungan dari pasukan TNI-Polri masih melakukan upaya penanganan terhadap insiden pembunuhan yang diduga dilakukan oleh TPNPB-OPM tersebut.
Petugas juga melakukan visum terhadap dua jenazah yang telah dievakuasi pada Kamis (10/4/2025) kemarin.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai dr Glent M Nurtanio mengatakan berdasarkan hasil visum, kedua jenazah mengalami luka yang mengenaskan.
Baca Juga: Masih Upayakan Evakuasi 7 Jasad Korban Penyerangan OPM di Yahukimo, Polri: Situasi Sangat Menantang!
Sebelumnya, sebanyak 11 orang di Yahukimo, Papua Pegunungan sebelumnya dilaporkan tewas diserang OPM. Mereka merupakan warga sipil yang bekerja sebagai penambang emas.
Penyerangan 2 Hari
Faizal mengatakan penyerangan yang dilakukan OPM itu terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni pada 6-7 April 2025 di area pendulangan Lokasi 22 dan Muara Kum, Kabupaten Yahukimo.
"Informasi awal diperoleh pada 7 April 2025 malam, yang diperkuat dengan kesaksian salah satu korban selamat yang kini mengamankan diri di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat,” kata Faizal kepada wartawan, Kamis (10/4/2025).
Sebagian besar korban tewas disebut Faizal mengalami luka sabetan senjata tajam, terkena anak panah, hingga tembakan senjata api.
Selain korban tewas, sedikitnya 35 penambang emas yang berhasil menyelamatkan diri. Seluruhnya kini berada dalam pengamanan aparat TNI-Polri di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi 'Grant'
-
California Terancam Krisis Kimia Usai Ledakan Tangki GKN Aerospace
-
Trump Desak Iran Serahkan Uranium ke AS di Tengah Negosiasi Damai
-
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Bunker, Intelijen AS Klaim Komunikasi Terputus
-
Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026
-
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN
-
Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM
-
Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?
-
Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan