Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali melaksanakan program pemutihan pajak kendaraan bermotor pada tahun 2025. Kebijakan ini diberlakukan sebagai upaya memberikan keringanan kepada masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan dari tahun-tahun sebelumnya. Lalu, pemutihan pajak kendaraan Jawa Tengah 2025 berlangsung sampai kapan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Program pemutihan ini memungkinkan pemilik kendaraan bermotor yang menunggak pajak untuk dibebaskan dari denda dan kewajiban pembayaran pajak tahun-tahun sebelumnya. Mereka cukup melunasi pajak kendaraan untuk tahun berjalan, yakni tahun 2025, tanpa harus melunasi tunggakan masa lalu.
Pemutihan Pajak Kendaraan Jawa Tengah 2025 Berlangsung Sampai Kapan?
Kapan jadwal pemutihan pajak kendaraan Jateng 2025 dimulai dan berakhir?
Mengutip pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pelaksanaan pemutihan pajak kendaraan bermotor dimulai pada tanggal 8 April 2025 dan akan berlangsung hingga 30 Juni 2025. Selama periode ini, masyarakat Jawa Tengah dapat memanfaatkan kesempatan emas ini untuk membayar pajak kendaraannya tanpa dibebani denda atau bunga dari keterlambatan pembayaran sebelumnya.
Dengan program ini, warga yang sebelumnya kesulitan melunasi pajak kendaraan karena akumulasi denda kini memiliki peluang besar untuk kembali tertib administrasi tanpa beban finansial tambahan. Misalnya, jika seseorang memiliki tunggakan pajak selama lima tahun, cukup membayar pajak tahun 2025 saja, maka seluruh denda dan kewajiban masa lalu akan dihapuskan secara otomatis.
Syarat dan Dokumen yang Diperlukan untuk Pemutihan Pajak
Menurut penjelasan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Nadi Santoso, tidak ada prosedur rumit untuk mengikuti program pemutihan ini. Warga cukup datang ke kantor Samsat dan melakukan pembayaran seperti biasa.
Meski tidak ada persyaratan khusus, pemilik kendaraan tetap perlu membawa dokumen penting sesuai jenis layanan yang diurus. Berikut ini adalah rinciannya:
Untuk pembayaran pajak tahunan:
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini Sejumlah Provinsi yang Terapkan Pemutihan Pajak Kendaraan 2025
- KTP asli
- STNK asli
Untuk balik nama dan pajak lima tahunan (ganti plat):
- KTP asli (khusus balik nama, KTP pemilik baru)
- STNK asli
- BPKB asli
- Hasil cek fisik kendaraan (kendaraan harus dibawa ke Samsat)
- Kwitansi pembelian (khusus untuk balik nama)
Perlu diketahui juga bahwa pembayaran untuk balik nama dan pajak lima tahunan hanya bisa dilakukan di Samsat Induk sesuai domisili kabupaten atau kota pemilik kendaraan.
Sejak diterapkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang efektif berlaku mulai 5 Januari 2025, masyarakat Jawa Tengah yang ingin melakukan balik nama kendaraan bermotor bekas tidak lagi dikenai Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor II (BBNKB-II). Dengan kata lain, biaya balik nama untuk kendaraan tangan kedua dan seterusnya kini telah dihapus.
Pemilik kendaraan hanya dibebani biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), seperti penerbitan STNK baru, BPKB baru, dan plat nomor kendaraan.
Cara Cek Pajak Kendaraan Secara Online Melalui Aplikasi New Sakpole
Bagi warga yang ingin mengetahui besaran pajak kendaraan yang harus dibayar, kini dapat melakukannya secara digital melalui aplikasi New Sakpole. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Berikut langkah-langkahnya:
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
-
Macet Parah di RE Martadinata, Sebagian Rute Transjakarta 10H Dialihkan via JIS
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua
-
Ketua Banggar DPR Bela Pencalonan Thomas Djiwandono: Ini Soal Kemampuan, Bukan Nepotisme
-
Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra
-
Geger! Anggota Komcad TNI Jual Senpi Ilegal SIG Sauer di Bali, Terbongkar Modusnya
-
7 Hal Penting Terkait Dicopotnya Dezi Setiapermana dari Jabatan Kajari Magetan
-
Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang
-
Diperiksa 8 Jam Soal Kasus Korupsi Haji, Eks Stafsus Menag Irit Bicara