Selain itu, ia juga menyoroti kejanggalan sikap hakim dalam kasus tersebut. Hal inilah yang membuat Eggi Sudjana semakin curiga.
"Saya bilang ke hakim, 'Pak hakim, ini ijazahnya fotokopi dan memang dilegalisir, tapi apakah ini bisa jadi bukti?' Ya nggak bisa, kata hakim. 'Jadi gimana, Pak hakim?' (Katanya) yaudah nanti saya catat. Saya catat apaan, kok dicatat? Harusnya kan batal demi hukum sidang itu. Nampak sekali hakim telah berpihak kepada jaksa dan polisi," sambungnya lagi.
Oleh karena itu, Eggi Sudjana merasa yakin jika tuduhan yang dilayangkan kepada Bambang Tri Mulyono dan Gus Nur tidak benar.
"Berarti tuduhan hoaks, tuduhan menghebohkan masyarakat, tuduhan berita palsu, tuduhan kita menyampaikan ijazah palsu tidak benar. Yang benar memang nggak punya ijazahnya," cecarnya.
Sebelumnya, Bambang Tri Mulyono dan Gus Nur telah mengajukan kasasi atas vonis Banding Pengadilan Tinggi Semarang yang menghukum keduanya selama 4 tahun penjara.
Eggi Sudjana mengatakan saat ia melihat kembali putusan hakim, dirinya bingung mengapa keduanya dikenakan pasal yang seharusnya tidak bisa digunakan.
"Saya lihat kenapa kok dikurangi (hukumannya), ternyata tidak ada Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46. Itu padahal yang tuduhan utamanya, tentang ijazah palsu, justru nggak ada. Yang ada disebut tentang ujaran kebencian, saya kritik lagi itu Pengadilan Tinggi. Ujaran kebencian itu menurut Pasal 56 KUHP itu kan untuk agama, tapi apakah ijazah palsu itu soal agama? Kagak. Tapi kenapa gue dikenain juga pasal kebencian? Jahat kau, hakim," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah