News / Nasional
Senin, 05 Mei 2025 | 16:03 WIB
Sejumlah buruh menggelar aksi mengenang 25 Tahun Kematian Marsinah di depan Istana Merdeka, Selasa, (8/5).

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Marsinah tidak bisa diberikan pada tahun ini. Meski demikian, Ipul memastikan usulan tersebut sudah ditindaklanjuti.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan mendukung usulan Marsinah mendapat gelar pahlawan. Adapun usulan tersebut disampaikan para tokoh dan pimpinan buruh. Mereka ingin ada perwakilan dar kaum buruh yang mendapat gelar pahlawan.

"Tidak memungkinan kalau tahun ini, mungkin tahun depan. Ya kita lihat situasinya," kata Ipul di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/5/2025).

Gus Ipul lantas menekankan pentingnya proses pengusulan untuk pemberian gelar pahlawan untuk Marsinah.

"Kalau memungkinkan ya mungkin yang penting prosesnya dari bawah nanti diusulkan bupati atau wali kota, nanti naik ke gubernur. Kan ada tim daerah untuk gelar pahlawan di situ nanti dibahas lagi," kata Ipul.

"Terus naik ke Kemensos. Nanti di Kemensos diperiksa lagi dengan tim, lalu naik ke Dewan Gelar, nanti di situ presiden yang akan menentukan atau mengambil keputusan," sambungnya.

Meski tidak memungkinkam pemberian gelar pahlawan untuk Marsinah dilakukan tahun ini, Ipul menegaskan proses sudah ada karena sudah banyak pihak yang menanyakan.

"Ya itu diproses ya. Jadi memang sudah ada yang mulai menanyakan dan juga sudah mulai mendiskusikan di daerah karena Nganjuk itu ya. Nanti daerah mungkin ada tokoh-tokoh di sana yang sudah merintis nanti tim daerah di sana tim gelar pahlawan kemudian nanti di provinsi baru," kata Ipul.

Diberitakan sebelumnya, Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap usulan agar aktivis buruh, Marsinah diangkat sebagai Pahlawan Nasional yang mewakili kaum buruh.

Baca Juga: Berbeda dengan Aksi May Day Fiesta di Monas, Peringatan Hari Buruh di DPR Dipukul Mundur Aparat

Hal ini disampaikan saat pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025), sebagai respons atas aspirasi yang disampaikan para pimpinan serikat buruh.

"Dalam pertemuan, para tokoh buruh menyampaikan kepada saya, 'Pak, kenapa sih tidak ada pahlawan nasional dari kaum buruh?'" ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara kemudian meminta para pimpinan buruh untuk bermusyawarah dan mengajukan nama yang layak diusulkan.

"Mereka kemudian menyampaikan, bagaimana kalau Marsinah, Pak? Marsinah jadi Pahlawan Nasional?" lanjut Prabowo.

Presiden menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh jika seluruh pimpinan buruh sepakat dengan usulan tersebut.

"Asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh, saya akan mendukung Marsinah menjadi Pahlawan Nasional," katanya menegaskan.

Load More