Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengunjungi Barak Militer Resimen 1 Kostrad untuk memastikan kondisi terkini anak-anak binaan.
Dedi Mulyadi mengaku ingin melihat langsung kondisi anak-anak binaan tersebut, apakah sudah mulai memperlihatkan perbedaan ataukah belum.
Seperti yang diketahui, program barak militer ala Dedi Mulyadi ini akan berlangsung selama kurang lebih 6 bulan.
Sehingga para remaja yang terindikasi nakal ini akan dibina oleh para anggota TNI selama berbulan-bulan di barak militer tersebut.
Namun, menurut Dedi Mulyadi durasi lama tidaknya tersebut tergantung dengan perkembangan anak masing-masing.
Dedi justru khawatir jika kedepannya, anak-anak binaan ini tidak ingin pulang untuk dikembalikan ke orangtuanya, lantaran sudah nyaman dengan rutinitas di barak militer.
“Rencana kan programnya 6 bulan, tetapi sebenarnya tergantung perkembangan anak, kalau anaknya mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik satu bulan sudah bisa selesai, tergantung pertumbuhannya,” ujar Dedi, dikutip dari youtubenya, Senin (5/5/25).
“Tetapi yang saya khawatirkan cuma satu, mereka nggak mau pulang, karena betah,” sambungnya.
Selain memastikan keadaan dan perubahan dari sikap anak-anak binaan tersebut, Dedi Mulyadi juga ingin melihat menu makanan yang disiapkan.
Baca Juga: Purnawirawan TNI Minta Gibran Dicopot: Jokowi Santai, Sebut Itu...
Pihaknya ingin memastikan bahwa menu makanan yang disajikan sudah benar-benar memenuhi standar, sehingga gizi mereka terpenuhi dengan baik.
“Saya mau lihat menunya, biar kita lihat bahwa mereka mendapat menu yang bergizi,” sebut Dedi.
Saat mendekati jam makan siang, Dedi mengecek seluruh makanan yang disajikan, mulai dari sayur mayur, lauk berupa ayam, dan gorengan.
Menu pendamping lainnya yaitu buah jeruk, buah pisang, kerupuk, air putih dan susu UHT kemasan 250 ml.
Melihat menu makanan yang disediakan, Dedi Mulyadi sempat mengomplain Bupati Purwakarta.
Pihaknya menyarankan agar menu ayamnya diganti dengan ayam kampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA