Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut layanan air bersih Perusahaan Air Minum atau PAM Jaya akan menjangkau Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia mengatakan, hal ini berdasarkan permintaan warga Bekasi sendiri.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran III di Jakarta Timur, pada Selasa (6/5/2025). Ia menyebut IPA Baru dengan kapasitas 3.000 liter per detik mampu melayani wilayah lain di luar Jakarta.
"Saya tanya, karena beliau (Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin) menyampaikan ini ada permintaan warga Bekasi untuk mengambil airnya dari sini," ujar Pramono.
Ia pun memberikan izin untuk PAM membuat jaringan perpipaan hingga ke luar Jakarta. Politisi PDI-Perjuangan itu menilai hal ini tak jadi masalah karena demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Saya bilang namanya air gak kenal batas. Jadi kalau warga memang mau dan bisa ya silakan saja," kata Pramono.
Pramono mengaku belum mengetahui mana yang harganya lebih murah antara PAM Jaya atau PDAM dari Bekasi. Namun, ia meyakini warga Bekasi akan lebih senang jika menggunakan layanan dari PAM Jaya.
"Pertanyaan saya kepada Bapak Dirut, harganya kita di bawah atau di atas? (Arief) belum menyampaikan. Untuk itu di cek sendiri lah. Yang jelas pasti warga Bekasi kalau beli dari PAM Jaya pasti lebih senang, itu saja," pungkas Pramono.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran III milik PAM Jaya di Jakarta Timur sebagai wujud pelayanan kepada warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta.
"IPA Buaran ini merupakan instalasi air dengan kapasitas produksi yang cukup tinggi. Saya memberikan target kepada dinas terkait dan Direktur Utama PAM Jaya beserta jajaran, agar pada 2029 seluruh kebutuhan air di Jakarta dapat terpenuhi. Saat ini, cakupan pipanisasi telah mencapai lebih dari 70 persen. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan cakupan layanan air di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (6/5/2025).
Baca Juga: Pramono Resmikan IPA Buaran III, Bisa Alirkan Air Bersih ke 31 Kelurahan
Pramono mengatakan, pembangunan IPA dimulai sejak 2023 dan selesai sesuai target waktu yang telah ditetapkan, yaitu April 2025.
IPA Buaran III memiliki kapasitas produksi sebesar 3.000 liter per detik dan mengalirkan air ke 31 kelurahan di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kramat Jati, Makasar, Cipayung, Ciracas, dan Pasar Rebo.
Dia berharap PAM Jaya dapat terus berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan Jakarta yang lebih baik guna meningkatkan kualitas hidup seluruh warga.
Diketahui, PAM Jaya terus meningkatkan layanan air bersih di Jakarta dengan membangun jaringan perpipaan di IPA Buaran III, Reskom Tambora, dan Gandaria Utara.
Terdapat pula program 20.000 sambungan baru, program KAS (Kartu Air Sehat), sanitasi prima untuk penyedotan septik tank gratis bagi pelanggan, bantuan tandon air gratis, penyediaan water purifier, serta program layanan terbaik satu jam dari PAM Jaya.
"Semoga keberadaan IPA Buaran III dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Pada 2029 mendatang, saya berharap kebutuhan air di Jakarta dapat terpenuhi 100 persen. Saya minta kepada PAM Jaya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan membuktikan komitmen demi tercapainya target tersebut," kata Pramono.
Berita Terkait
-
Pramono Resmikan IPA Buaran III, Bisa Alirkan Air Bersih ke 31 Kelurahan
-
Pemprov DKI Perpanjang Jam Operasional Perpustakaan, Ini Dua Lokasi yang Sudah Uji Coba
-
Banyak Pendatang Baru Daftar PPSU, PSI Minta Pramono Prioritaskan Warga Jakarta
-
Pramono Anung Bongkar Peran Vital Dandim di Sektor Pangan Nasional: Lebih dari Sekadar Pengamanan
-
Pramono Tawarkan Pemkab Karawang Belajar Bikin Aplikasi JAKI Warisan Anies: Ini Gratis!
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Sulteng Dibidik Jadi Pasar Wisatawan China, Kemenpar Dukung Penerbangan Langsung ke Palu dan Luwuk
-
Miris, Masih Ada Orang Tua Pilih Damai Kasus Kekerasan Seksual: DPR Soroti Dampaknya bagi Anak
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya