Mengacu pada informasi yang disampaikan, ketinggian air di Bendung Katulampa Hulu pada tanggal 16 Mei 2025 pukul 08.35 WIB ada di ketinggian 27 cm.
Ketinggian ini masih dalam batas Status Normal dan mengalami penurunan dari laporan sebelumnya.
Sebagai catatan, pada monitoring ketinggian air sendiri terdapat empat status utama. Antara lain adalah Status Normal, Status Waspada, Status Siaga, dan Status Bahaya.
Masing-masing disampaikan dengan melihat ketinggian air di Bendungan Katulampa, sehingga dapat menjadi informasi berguna untuk masyarakat secara luas.
Memasuki Musim Kemarau
Sebenarnya dilaporkan oleh lembaga terkait Indonesia telah mulai memasuki musim kemarau.
Artinya, musim penghujan sudah berlalu dan idealnya tidak lagi ada hujan deras dengan durasi yang lama selama bulan Mei dans eterusnya.
Namun demikian hujan deras yang terjadi semalam menjadi pertanyaan masyarakat.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menyampaikan bahwa bulan Mei 2025 masih menjadi masa peralihan atau pancaroba, sehingga masih mungkin terjadi hujan deras dalam durasi yang lama.
Hal ini dapat diamati dari cuaca yang panas pada pagi hingga siang hari, dan adanya potensi hujan di sore atau malam hari.
Baca Juga: Punya Mobil Hybrid? 7 Kebiasaan Sepele Bisa Bikin Dompet Menjerit
Untuk itu masyarakat diharapkan tetap waspada dan selalu bersiap menghadapi perubahan cuaca.
Itu tadi sedikit penjelasan singkat tentang info ketinggian air Bendung Katulampa saat ini, mengacu pada sumber yang telah disampaikan sebelumnya. Semoga menjadi artikel yang berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Punya Mobil Hybrid? 7 Kebiasaan Sepele Bisa Bikin Dompet Menjerit
-
Diguyur Hujan Deras, Jalan Kemang Utara Terendam Banjir Hampir Setengah Meter
-
6 Shio yang Banjir Rezeki dan Keberuntungan Mulai 2 Mei 2025, Ada Macan
-
Banjir Rob Landa Jakarta Utara, Pramono: Langsung Kita Atasi
-
Banjir Rob Terjang Jakarta, Tembok Galangan Kapal di Pluit Ambruk
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek