Jenazah Dimakamkan secara Dinas, Otopsi Masih Ditunggu
Setelah dilakukan evakuasi dan pemeriksaan awal, jasad Aipda Hendra dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Jenazahnya kemudian dimakamkan secara kedinasan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bagan Pete, Kota Jambi, pada Rabu, 21 Mei 2025.
"Proses pemakaman dilakukan secara kedinasan dengan upacara penghormatan terakhir. Otopsi sudah dilakukan, tapi hasilnya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses laboratorium forensik," jelas IPDA Maulana, Paur Penum Humas Polda Jambi.
Hingga kini, tim dari Polresta Jambi dan Polres Muaro Jambi masih bekerja keras mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik kematian tragis ini. Penyelidikan juga dibantu oleh Polda Jambi.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Semua proses berjalan sesuai prosedur, termasuk memeriksa saksi-saksi dan rekaman CCTV di sekitar rumah korban,” tambah IPDA Maulana.
Misteri kematian Aipda Hendra menjadi sorotan luas masyarakat, bukan hanya di lingkungan tempat tinggalnya, tetapi juga di lingkup yang lebih luas karena melibatkan aparat kepolisian yang menjadi korban di rumahnya sendiri—tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman.
Kejadian ini mengguncang rasa aman warga, sekaligus menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan sesama anggota kepolisian.
Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang anggota polisi bisa meregang nyawa dalam kondisi mengenaskan tanpa ada yang mengetahui lebih awal?
Situasi ini pun memunculkan beragam spekulasi, baik mengenai motif, pelaku, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Baca Juga: Bangun Kesadaran Self-Compassion, Psikologi UNJA Adakan Lomba dan Seminar
Warga sekitar berharap agar pihak kepolisian bertindak cepat dan transparan dalam mengungkap pelaku serta motif di balik kematian Aipda Hendra.
Mereka mendambakan keadilan ditegakkan, bukan hanya demi menghormati jasa korban sebagai penegak hukum, tetapi juga untuk memulihkan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Berita Terkait
-
Bangun Kesadaran Self-Compassion, Psikologi UNJA Adakan Lomba dan Seminar
-
Guru SD Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Maut, Dedi Mulyadi Diminta Turun Tangan ke Jambi
-
Giatkan Literasi, Mahasiswa Psikologi UNJA Gelar Program di Senaung Jambi
-
Meningkatkan Skor SINTA, Psikologi Universitas Jambi Gelar Workshop Khusus
-
Bentrok Suku Anak Dalam dan Sekuriti Perusahaan Sawit di Tebo, Satu Orang Tewas
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
SPPG Klarifikasi Video Viral MBG Bungkus Plastik
-
Dermaga Halte Buaran Diseruduk Kendaraan Pribadi, TransJakarta Koridor 11 Terpaksa Alihkan Rute
-
Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
-
Laporan PRISM 2025 Sebut Jakarta Jadi Kota Paling Diminati Sepanjang 2025
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini