- Yayasan Generasi Emas Empat Lima mengklarifikasi video MBG; dapur SPPG Karyasari Sukaresmi selalu gunakan ompreng, bukan plastik.
- Pemindahan makanan ke plastik terjadi spontan oleh kader setempat karena khawatir kehujanan saat distribusi.
- Pengelola berkomitmen evaluasi dan perkuat SOP distribusi makanan agar sesuai standar higienitas di lapangan.
Suara.com - Yayasan Generasi Emas Empat Lima bersama GiziNow, selaku pendamping operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari Sukaresmi, memberikan penjelasan resmi terkait video yang beredar di media sosial mengenai distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan kantong plastik.
Pihak pengelola menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta operasional di lapangan.
Berdasarkan investigasi internal, dapur SPPG Karyasari Sukaresmi secara konsisten mendistribusikan makanan menggunakan wadah ompreng, bukan plastik sekali pakai.
Penggunaan ompreng ini merupakan bagian dari prosedur ketat untuk menjamin higienitas dan mutu makanan hingga ke tangan penerima manfaat.
Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa pemindahan makanan ke dalam kantong plastik dilakukan secara spontan oleh kader setempat setelah logistik tiba di titik distribusi, bukan saat berada di dapur produksi.
Tindakan tersebut dipastikan terjadi di luar kendali dan kewenangan pihak pengelola SPPG.
Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Lusi, mengakui pihaknya melakukan pemindahan tersebut karena alasan mendesak.
"Kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena cuaca yang tidak mendukung saat itu. Kami khawatir makanan terkena air hujan jika tetap di wadah terbuka," jelas Lusi.
Ia juga menegaskan bahwa meski dipindahkan ke plastik, kualitas makanan tetap dalam kondisi layak konsumsi.
Baca Juga: Soal SPPG Terafiliasi Pejabat, BGN: Hak Semua WNI!
Kepala SPPG Karyasari Sukaresmi, Dimas, menjamin bahwa seluruh peralatan makan yang digunakan telah melalui proses sanitasi menggunakan peralatan standar industri.
Ia menekankan bahwa SPPG telah menerapkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam setiap tahapannya, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga pengiriman.
"Kami tidak pernah menggunakan kantong plastik dalam proses distribusi resmi kami. Seluruh ompreng dibersihkan sesuai standar kebersihan demi memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat," tegas Dimas.
Denny Martin, Sekretaris Yayasan Generasi Emas Empat Lima, menyatakan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi dengan mitra lapangan.
Pihak yayasan dan GiziNow berkomitmen untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) tidak hanya berhenti di dapur, tetapi juga dipahami oleh seluruh elemen distribusi hingga ke tingkat paling bawah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026